Banda Aceh (ANTARA) - Dayah Terpadu Inshafuddin mewisudakan sebanyak 150 santri lulusan angkatan ke-25 tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) pada Selasa.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri mengapresiasi para wisudawan, wali santri dan civitas akademika Dayah Terpadu Inshafuddin yang telah mewujudkan generasi muda yang cerdas, terampil, berakhlak mulia yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat.

“Kepada wisudawan jadikan diri kalian berakhlak mulia dan selalu berbuat baik kepada kedua orang tua kalian. Jangan pernah melupakan jasa ayah dan ibumu pada saat  kalian telah berhasil dalam hidup dan menjadi tokoh dalam masyarakat,” katanya saat menghadiri wisuda di Banda Aceh.

Di samping itu, dia juga meminta agar para lulusan membesarkan Dayah Terpadu Inshafuddin sebagai almamater, serta tidak melupakan jasa guru serta menjaga nama baik Dayah Inshafuddin.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin Tgk Muhammad Daud Hasbi mengatakan Dayah Terpadu Inshafuddin merupakan milik ulama Aceh. Dayah ini yang berleter kitab kuning dan tahfidhul qur’an. Santrinya juga diajarkan keterampilan menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Anak-anak kami para wisudawan, sangat diharapkan untuk terus belajar untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Selain iut, pimpinan dayah yang akrab disapa Abi Daud Hasbi itu juga mengharapkan dukungan wali santri dan masyarakat agar berinfak untuk pembelian tanah yang dipergunakan pembangunan kampus Dayah Terpadu Inshafuddin kawasan Blang Bintang Aceh Besar.

Di sisi lain, pada tahun ini, santri  lulusan SMA Dayah Terpadu Inshafuddin sebanyak 30 orang diterima sejumlah perguruan tinggi negeri ternama.

Di antaranya, mereka diterima untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, Unimal Lhokseumawe, Poli Teknik Lhokseumawe, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Pertamina.

Pewarta: Rilis-Khalis
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026