Meulaboh (ANTARA Aceh) - Bupati Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh H T Alaidinsyah meminta pelaku usaha memberikan data akurat kepada petugas Sensus Ekonomi (SE) sehingga dapat dijadikan acuan penentuan arah kebijakan pembangunan ekonomi di daerah.
"Dengan adanya data benar dan akurat maka dapat kami jadikan sebagai perencanaan, penentuan dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran untuk peningkatan dan pengembangan pelaku ekonomi," katanya pada upacara pelepasan 247 petugas sensus ekonomi BPS Aceh Barat, di Meulaboh, Kamis.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat mulai menerjunkan petugas sensus melakukan pendataan selama satu bulan terhitung sejak 1-31 Mei 2016 dengan target 13.000 pelaku usaha mikro dan makro untuk penyeragaman sumber data nasional.
Alaidinsyah menyampaikan, kegiatan sensus ekonomi yang diselenggarakan BPS Aceh Barat secara nasional itu merupakan aspek yang sangat penting untuk mengetahui perkembangan ekonomi di daerah tersebut.
Disamping itu kata dia, dengan adanya kegiatan 10 tahun sekali demikian, paling tidak telah memberikan dampak nyata bagi lulusan pendidikan maupun masyarakat umum yang selama ini mengharapkan adanya sebuah pekerjaan formal disektor jasa.
Walaupun kegiatan tersebut hanya dilakukan dalam masa tertentu, namun diyakini akan memberi pengalaman kerja formal bagi masyarakat yang terlibat dalam pendataan sensus ekonomi dan berinteraksi langsung dengan objek dimaksudkan.
"Kita semua patut bersyukur kerana telah bertambah satu pengalaman hidup yaitu menjadi petugas sensus nasional, walaupun kegiatan seperti ini pada masa tertentu. Tapi pengalaman ini tentunya sangat berharga bagi masyarakat," sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan sensus ekonomi 2016 itu diharapkan dapat memberi pemahaman sekaligus komitmen kuat untuk bersama-sama mendukung kesuksesan sensus ekonomi sehingga mendapatkan data berkualitas, akurat dan relevan.
Kata Alaidinsyah, sensus ekonomi merupakan salah satu bagian tugas BPS yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, kegiatan itu hanya dilakukan 10 tahun sekali untuk mengetahui data lengkap perkembangan sektor ekonomi di Indonesia.
Dirinya memberikan apresiasi terlaksananya kegiatan ini untuk mendapatkan potret utuh perekonomian regional dan nasional sehingga menjadi landasan penyusunan kebijakan, evaluasi kegiatan dan perencanaan pembangunan daerah lebih baik.
"Kami harapkan kegiatan ini berjalan lancar sesuai direncanakan. Terimakasih juga telah merekrut masyarakat kami sebagai peserta/petugas. Data yang dihasilkan akan kami jadikan acuan pembangunan daerah," katanya menambahkan.
"Dengan adanya data benar dan akurat maka dapat kami jadikan sebagai perencanaan, penentuan dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran untuk peningkatan dan pengembangan pelaku ekonomi," katanya pada upacara pelepasan 247 petugas sensus ekonomi BPS Aceh Barat, di Meulaboh, Kamis.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat mulai menerjunkan petugas sensus melakukan pendataan selama satu bulan terhitung sejak 1-31 Mei 2016 dengan target 13.000 pelaku usaha mikro dan makro untuk penyeragaman sumber data nasional.
Alaidinsyah menyampaikan, kegiatan sensus ekonomi yang diselenggarakan BPS Aceh Barat secara nasional itu merupakan aspek yang sangat penting untuk mengetahui perkembangan ekonomi di daerah tersebut.
Disamping itu kata dia, dengan adanya kegiatan 10 tahun sekali demikian, paling tidak telah memberikan dampak nyata bagi lulusan pendidikan maupun masyarakat umum yang selama ini mengharapkan adanya sebuah pekerjaan formal disektor jasa.
Walaupun kegiatan tersebut hanya dilakukan dalam masa tertentu, namun diyakini akan memberi pengalaman kerja formal bagi masyarakat yang terlibat dalam pendataan sensus ekonomi dan berinteraksi langsung dengan objek dimaksudkan.
"Kita semua patut bersyukur kerana telah bertambah satu pengalaman hidup yaitu menjadi petugas sensus nasional, walaupun kegiatan seperti ini pada masa tertentu. Tapi pengalaman ini tentunya sangat berharga bagi masyarakat," sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan sensus ekonomi 2016 itu diharapkan dapat memberi pemahaman sekaligus komitmen kuat untuk bersama-sama mendukung kesuksesan sensus ekonomi sehingga mendapatkan data berkualitas, akurat dan relevan.
Kata Alaidinsyah, sensus ekonomi merupakan salah satu bagian tugas BPS yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, kegiatan itu hanya dilakukan 10 tahun sekali untuk mengetahui data lengkap perkembangan sektor ekonomi di Indonesia.
Dirinya memberikan apresiasi terlaksananya kegiatan ini untuk mendapatkan potret utuh perekonomian regional dan nasional sehingga menjadi landasan penyusunan kebijakan, evaluasi kegiatan dan perencanaan pembangunan daerah lebih baik.
"Kami harapkan kegiatan ini berjalan lancar sesuai direncanakan. Terimakasih juga telah merekrut masyarakat kami sebagai peserta/petugas. Data yang dihasilkan akan kami jadikan acuan pembangunan daerah," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.