Meulaboh (ANTARA Aceh) - Seluruh peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada SMAN 3 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh lulus 100 persen, hanya satu orang tidak lulus karena tidak mengikuti ujian tersebut.

Kepala SMAN 3 Meulaboh, Mohd Ali di Meulaboh, Minggu, mengatakan secara umum sekolah yang dipimpinnya bersama lima sekolah lain peserta UNBK mendapat pencapaian hasil memuaskan sehingga Aceh Barat mendapat posisi peringkat 18 di Provinsi Aceh.

"Secara umum sekolah Aceh Barat lulus 100 persen, terutama pelaksana UNBK, hanya satu orang tidak lulus pada sekolah SMAN 3 karena yang bersangkutan namanya terdaftar tapi tidak mengikuti UN, bukan karena pengetahuan," katanya.

Pada UN 2016 di Kabupaten Aceh Barat diikuti sebanyak 2.671 orang peserta baik manual maupun berbasis komputer, sementara secara umum di Provinsi Aceh UN diikuti sekitar 69 ribu orang lebih, telah berlangsung pada April 2016.

Mohd Ali menjelaskan, daerah tersebut tidak mengusulkan adanya ujian susulan pada jadwal ditetapkan yakni 18 April 2016, karena memang seluruh siswa berhasil lulus dengan pencapaian nilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia menyampaikan, sebagai salah satu perintis pelaksana UNBK di Aceh pada 2015, dirinya cukup merasa bangga atas hasil UNBK 2016 yang jauh mengalami keberhasilan dan peningkatan nilai secara pengetahuan dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

"Kita mendapat peringkat 18 karena memang itu dinilai secara pengetahuan menyeluruh mulai dari nilai semester tiga sampai semester enam, tambah praktik dan UAS. 70 persen nilai kelulusan UN itu sudah dipihak sekolah menentukan," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya cukup berbangga karena SMAN 3 Meulaboh berhasil mendapatkan nilai terbaik pada UNBK, sebab 31 orang di antara siswanya berhasil mendapatkan nilai di atas 55 dalam ujian Bahasa Indonesia.

Menurut dia, pelaksanaan UNBK 2016 di Aceh secara menyeluruh telah membuktikan adanya peningkatan pengetahuan siswa, di samping melalui ujian demikian cukup mempermudah pihak penyelenggara dan sekolah pada pelaksanaan.

Yang lebih penting lagi kata Mohd Ali, dengan UNBK ini pelajar di Aceh sudah bersaing secara nasional dalam menunjukan peringkat pengetahuan dan seluruh sekolah di Aceh mendapat pemerataan fasilitas penunjang pendidikan lebih maksimal.

"Saya sebagai perintis di sini, lebih senang dengan UNBK, kita tidak perlu ambil soal pagi-pagi usai sholat shubuh ke kantor polisi. Keuntungan sekolah pasti di tambah sarana dan nilai siswapun lebih objektif. Ke depan kita harap semua sekolah diberi kesempatan UNBK," ujarnya. 



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026