Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terus memperluas cakupan Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Barat Teuku Fuadi di Meulaboh Senin mengatakan, selain partisipasi kontribusi percepatan capaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional 2020, program tersebut memberi nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Proklim ini utamanya pengelolaan sumber daya alam non kimia. Jadi kita mendorong bagaimana masyarakat kampung iklim memanfaatkan sumber daya alam ramah lingkungan, tapi semua yang dikerjakan itu harus memberi nilai rupiah," katanya.

Fuadi menjelaskan, dua tahun terakhir pengembangan Proklim hanya di beberapa desa dalam Kecamatan Meureubo, sebab kawasan itu banyak muncul prodak-prodak dari kreativitas masyarakat lokal yang dapat memperbaiki sistem sirkulasi lingkungan.

Pada 2016 ini pihaknya belum lagi menentukan kampung iklim akan dipilih sebagai pilot projek daerah, akan tetapi hal itu segara dilakukan apabila perkampungan sebelumnya benar-benar telah mandiri dan berhasil dalam program nasional itu.

Jelasnya, kampung iklim terpilih didampinggi dalam mengelola lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah untuk menghindari pencemaran lingkungan, seperti di Desa Peunaga Paya, Lagung dan Ranto Panjang Timur, Kecamatan Mereubo.

"Mereka bisa menghasilkan berbagai prodak kerajinan tangan yang bukan limbah, cotohnya seperti Sapu Ijok, Tali Ijok untuk sapu ataupun tali. Kemudian prodak-prodak dari serabut kelapa dibuatkan gesek kaki, tali, sapu dan sebagainya," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, kampung iklim menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pemanfaatan sumber daya alam dengan prodak yang dihasilkan masyarakat tidak terjadi limbah, kalaupun ada namun hanya minimal dan tidak menjadi pencemaran.

Teuku Fuadi menargetkan, setelah beberapa desa tersebut akan menyusul pula kawasan pesisir lain seperti Kecamatan Sama Tiga dan Arongan lambalek, karena kedua kawasan itu juga banyak menghasilkan prodak-prodak bahan alami.

Menurut dia, proklim merupakan program terintegrasi, sebab selain mengurangi pengunaan bahan-bahan kimia melalui kampanye menjaga lingkungan, melalui prodak yang dihasilkan memberi nilai tambah untuk pendapatan ekonomi keluarga.

"Jadi masyarakat itu tidak hanya kita ajak menjaga lingkungan, tapi kita mendukung dengan berbagai upaya terhadap pengembangan hasil kreativitasnya. Itukan usaha keluarga yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026