ilustrasi
Jayapura, 9/1 (Antara) - Kontak senjata antara aparat TNI dengan kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), Kamis petang sekitar pukul 18.00 WIT, di kawasan Tanggul Timur Timika, menewaskan satu anggota GPK dan menyita satu pucuk senjata M 16.

Sementara sebelumnya, ditempat terpisah di Jayapura, Lari Murib, salah satu tokoh masyarakat di Mulia meminta TNI/Polri menindak tegas kelompok bersenjata yang senantiasa melancarkan aksi penembakan kepada warga sipil.

"Kami sangat ketakutan sehingga tidak bisa beraktifitas karena takut akan keberadaan kelompok bersenjata," aku Lari Murib yang dihubungi dari Jayapura.

Dikatakan, sudah saatnya TNI/Polri menangkap dan menindak tegas kelompok bersenjata yang menyebabkan puluhan warga sipil tewas ditembak.

Ketika ditanya apakah masyarakat mendukung bila TNI/Polri melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kelompok bersenjata, Murib menegaskan, pihaknya akan mendukung sepenuhnya karena apa yang kelompok itu lakukan sudah membuat masyarakat ketakutan.

Menurutnya, keresahan yang dirasakan masyarakat saat ini membuat mereka berencana untuk keluar dari Mulia termasuk yang bukan penduduk asli namun karena pendekatan yang dilakukan anggota yang bertugas di Mulia maka rencana tersebut belum dilaksanakan.


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026