Meulaboh (ANTARA Aceh)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, meminta masyarakat petani menghentikan aktivitas membuka lahan dengan membakar karena semakin memicu banyaknya titik panas di wilayah Sumatera.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Meulaboh Edi Darlupti melalui prakirawan Saiful Amri di Melauboh, Kamis, menjelaskan titik panas semakin banyak ditemukan berdasarkan pemantauan satelit khususnya pada wilayah kerja barat dan selatan Aceh mulai dari Kabupaten Aceh Jaya-Singkil.
"Masyarakat kita minta untuk menghentikan membakar lahan, beberapa hari ini daerah kita cukup panas, walaupun suhu cuaca belum sampai 35 derajat celcius, tapi kondisi ini dapat memicu meluasnya kebakaran lahan gambut," sebutnya.
Dua kabupaten yang sedang dilanda kebakaran lahan gambut adalah Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya karena tingginya aktivitas masyarakat membuka lahan dengan cara membakar sehingga berakibat fatal karena merambat luas.
Dari Nagan Raya dilaporkan sejak Rabu (3/8) ditemukan tiga titik panas pada satlit akibat adanya kebakaran puluhan hektare lahan gambut, kemudian di Kabupaten Aceh Barat kebakaran telah terjadi pada lima kecamatan sehingga asap menyelimuti.
Selain mengganggu pernafasan dan jarak pandang pengguna kendaraan, kabut asap dari kebakaran lahan gambut memaksa salah satu sekolah madrasah di Kecamatan Samatiga meliburkan siswanya karena dikepung kabut asap pekat.
"Sejak tiga hari ini berdasarkan pantauan satelit memang ada 'hotspot' di wilayah kerja kita. Secara umum memang untuk bulan Juli-Agustus 2016 potensi hujan wilayah kita lebih sedikit, lebih banyak cerah berawan dengan suhu 32-33 derajat Celcius,"jelasnya.
Hingga Kamis (4/8) siang kabut asap akibat terjadinya kebakaran lahan terus mengepung sejumlah kawasan pemukiman warga, terutama di daerah banyak lahan gambut dan perkebunan masyarakat.
"Kita mengimbau masyarakat jangan lagi perparah dengan membakar lahan, apalagi fasilitas kita miliki terbatas, tidak bisa menjangkau kawasan kebakaran yang jaraknya lebih dari dua kilometer," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Aceh Barat Dodi Bima Saputra.
Dia menyebutkan dari sejumlah kasus kebakaran lahan gambut dan kebun yang ditemukan pihaknya adalah milik masyarakat biasa, belum ditemukan berimbas kepada lahan perkebunan milik perusahaan yang beraktivitas di daerah itu.
Dodi menyebutkan, tim pemadam kebakaran dari kantor BPBD juga belum menemukan kobaran api besar dari adanya aktivitas kebakaran lahan gambut, dari beberapa titik lokasi yang sudah ditanggani adalah munculnya asap tebal berasal dari bawah lahan yang terbakar.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.