Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Perseroan Terbatas Pertamina Marketing Operation Region I Sumbagut melalui program CSR dan SMEPP ikut berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh, salah satunya melalui pengembangan produk khas Aceh, seperti dendeng daging sapi.
"Peran serta ini untuk mengembangkan usaha dendeng daging sapi ini tidak terlepas dari potensi ekonomi yang dimiliki terhadap usaha makanan khas Aceh yang paling banyak diminati sebagai oleh-oleh," kata Area Manager Communication dan Relations Sumbagut PT Pertamina Fitri Erika di Banda Aceh, Minggu.
Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela menyambangi usaha Blang Rakal yang merupakan salah satu usaha binaan dari perusahaan pelat merah tersebut di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Ia menjelaskan bahwa usaha makanan khas Aceh, seperti dendeng daging sapi, mendapat bantuan modal berupa kredit lunak yang dimiliki perusahaan tersebut dan melalui program tersebutlah Blang Rakal terus berupaya mengembangkan usahanya.
"Usaha binaan kami ini sempat juga kolep saat musibah tsunami melanda Aceh di akhir tahun 2004 dan pada saat itu juga kami berkomitmen untuk membantu kembali usaha ini. Alhamddulilah hingga saat ini terus meningkat," katanya.
Pihaknya terus berupaya berkontribusi meningkatkan pertumbuhan sektor usaha kecil menengah (UMKM) dan berbagai sektor lainnya melalui program kemitraan yang dimiliki perusahaan tersebut.
"Program kemitraaan ini merupakan program kredit lunak yang diberikan ke berbagai sektor dengan proses dilakukan survei ke lapangan setelah proposal diterima dari calon penerima manfaat," katanya.
Menurut dia, dana yang akan disalurkan tersebut harus dikembalikan oleh penerima manfaat dengan bagi hasil yang ditawarkan sekitar 6 persen per tahun.
Pihaknya terus berupaya terlibat aktif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbagai sektor ekonomi di provinsi berpenduduk sekitar 5.000.000 jiwa itu, baik melalui program bina lingkungan maupun program kemitraan.
Ia mengatakan bahwa Zunnizam Umar, pemilik usaha Blang Rakal, telah mengikuti pelatihan mitra unggulan yang diadakan di Jakarta pada bulan Juni serta mengisi stan Pameran Jaringan Kota Pusaka Aceh pada bulan Mei 2016.
Selanjutnya, Zunnizam Umar akan mengembangkan inovasi lainnya, yaitu bumbu masak berbagai jenis rasa yang sudah dipersiapkan sebanyak 15 hingga 20 rasa.
Manajer Pemasaran Blang Rakal Nirwansyah mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga mutu dan kualitas dendeng daging sapi yang diproduksi usaha tersebut sehingga mampu bertahan dan bersaing dengan produk lainnya yang ada di pasaran.
"Menjaga mutu, kualitas, dan kebersihan saat memproduksi merupakan hal penting yang selalu kami jaga dan tekankan pada tenaga kerja," katanya.
Ia mengatakan bahwa dendeng sapi dengan merek Blang Rakal tersebut mampu diproduksi mencapai 30 kilogram dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp10 juta/hari atau juga sempat mencapai Rp20 juta/hari.
Selain memproduksi dendeng sapi, mitra binaan PT Pertamina Persero tersebut juga memiliki produk lainnya yakni bakso dan keripik melinjo.
"Pemasaran dendeng sapi saat ini sudah menembus pasar Sumatera Utara dan Jakarta," katanya.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.