Meulaboh (ANTARA Aceh) - Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami over kapasitas karena daya tampung kampus tidak seimbang dengan tingginya peminat.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STAIN Meulaboh, H M Arif Idris, di Meulaboh, Sabtu, mengatakan, ruang kuliah yang tersedia di Kampus Gampa terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk menampung mahasiswa tahun ajaran baru.
"Tahun ini kita harus mencari gedung alternatif dengan status sewa untuk penambahan ruang kuliah. Aktivitas perkuliahan akan dilakukan pada dua tempat, kampus utama di Gampa dan gedung B di belakang Masjid Agung Seuneubok," sebutnya.
Dia menyebutkan, jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ini telah mencapai target, hanya saja untuk aktivitas perkuliahan sebagian mahasiswa baru dan mahasiswa aktif terpaksa harus dipisah karena terbatas daya tampung kampus.
Jumlah keseluruhan mahasiswa pada tahun ajaran 2016/2017 adalah 418 orang yang memilih pada sembilan program studi (prodi) dari tiga jurusan, baik itu jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Syariah dan Ekonomi Islam dan jurusan Dakwah dan Komunikasi Penyiran Islam.
Penerimaan mahasiswa baru tersebut dilakukan melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tingggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dan jalur mandiri.
"Dari tiga jalur seleksi tersebut pemilih STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh adalah sebanyak 456 orang dari sembilan program studi yang ada. Namun yang mengikuti wawancara dan mendaftar ulang 418 orang," imbuhnya.
Lebih lanjut dijelaskan, seluruh mahasiswa STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh yang telah mendaftar ulang akan diberi pembekalan tentang budaya akademik dan kemahasiswaan pada 23-25 Agustus 2016 dan perkuliahan dimulai pada 29 Agustus 2016.
Sementara itu Kasubag Keuangan dan Perencanaan STAIN TD Meulaboh Andi Syahputra menambahkan, mahasiswa baru akan ditanggung sebagian biaya kuliah tunggal oleh pemerintah sejak diberlakukan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Uang kuliah tunggal terdiri atas beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan tiga kelompok kemampuan ekonomi masyarakat. Ini merupakan tahun kedua sistem UKT di berlakukan di kampus STAIN TD Meulaboh," jelasnya.
Kelompok pertama merupakan UKT terendah dengan besaran biaya tanggungan Rp400.000, kelompok kedua senilai Rp600.000-Rp800.000, sedangkan kelompok ketiga adalah sebesar Rp800.000-Rp1 juta.
UKT ditetapkan berdasar biaya kuliah tunggal dikurangi biaya yang ditanggung pemerintah, selain itu STAIN Meulaboh juga menyediakan beasiswa Bidikmisi bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.