Lhokseumawe (Antara Aceh) - Nelayan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, membutuhkan bantuan baju pelampung untuk mengantisipasi terjadinya musibah tenggelam saat melaut.

Panglima Laot (lembaga adat laut) Kecamatan Seunuddon, Amir Yusuf, kepada wartawan di Lhokseumawe, Kamis mengatakan, mayoritas nelayan tradisional di daerahnya belum memiliki baju pelampung, sehingga dapat membahayakan mereka, terutama saat sedang cuaca buruk seperti sekarang ini.

"Mayoritasnya belum ada baju pelampung, pernah diberikan bantuan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2015, akan tetapi belum mencukupi dengan jumlah nelayan yang ada," ungkapnya.

Tambahnya, baju pelampung sangat berguna bagi nelayan, saat sedang melaut, terutama ketika cuaca buruk seperti badai dan dan ombak tinggi.

Dengan adanya baju pelampung akan dapat menjadi alternatif saat sedang mengalami kondisi bahaya, tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap supaya pemerintah dapat membantu lagi baju pelampung untuk nelayan di daerah tersebut, mengingat potensi kecelakaan di laut sangat tinggi yang dapat mengakibatkan ancaman keselamatan jiwa.

Ia juga menyebutkan, jumlah nelayan di daerahnya sekitar 1.200 orang, sementara pelampung yang ada saat ini tidak mencukupi.

Bahkan sebutnya lagi, dalam beberapa pekan terakhir, sudah tercatat tujuh nelayan mengalami kecelakaan di laut, bahkan satu orang di antaranya meninggal dunia, sementara yang lainnya berhasil diselamatkan.


Pewarta: Muhklis
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026