Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Kunjungan kapal pengangkut semen "Padang" dari Sumatera Barat ke Kabupaten Aceh Selatan sejak Januari - September 2016 mengalami penurunan, karena pengaruh cuaca dan telah dibukanya rute pengangkutan langsung ke Kabupaten Aceh Singkil.

Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Kelas III Tapaktuan, Aceh Selatan, Selamat Riadi di Tapaktuan, Selasa  mengatakan, dengan dibukanya rute pengangkutan semen dari Padang langsung ke Pelabuhan Singkil, secara otomatis berpengaruh kepada tingkat kunjungan kapal ke Pelabuhan Tapaktuan.

"Dari segi biaya yang dikeluarkanpun lebih rendah karena dari Padang lebih dekat ke Singkil dari pada Tapaktuan. Sekarang ini, pihak pengusaha tidak perlu repot-repot lagi harus mengambil semen ke Tapaktuan untuk dijual kembali kepada masyarakat sehingga harga penjualan semen pun bisa ditekan lebih rendah," kata Selamat Riadi.

Selain faktor itu, lanjut dia, pengaruh cuaca serta tingginya permintaan semen oleh pihak konsumen sekarang ini juga menjadi pemicu semakin berkurangnya tingkat kunjungan kapal barang yang mengangkut semen ke Aceh Selatan.

"Karena pengaruh cuaca dan tingginya permintaan semen, telah mengakibatkan banyaknya kapal yang mengantri di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat. Lamanya antri kapal sekarang ini mencapai 6 hingga 8 minggu baru mendapat jatah muat semen yang dibawa ke beberapa wilayah di Indonesia," ungkapnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, kata Selamat Riadi, terhitung sejak bulan Januari hingga September 2016, dari empat unit kapal pengangkut semen yang selama ini rutin melakukan bongkar muat semen di Pelabuhan Tapaktuan, masing-masing hanya melakukan sandar 20 kali.

"Angka tersebut jelas-jelas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 40 hingga 50 kali sandar," katanya.

Rinciannya, sebut dia, pada bulan Januari dan Februari masing-masing hanya sebanyak 4 kali sandar, bulan Maret 3 kali sandar, April 1 kali sandar, Mei 3 kali sandar, Juni 2 kali sandar, Juli 3 kali sandar serta Agustus dan September masing-masing 2 kali sandar.

"Dari 20 kali sandar kapal terhitung sejak bulan Januari hingga September tahun 2016 di Pelabuhan Tapaktuan tersebut, telah mengangkut sebanyak 577.500 zak semen atau sebanyak 23.100 ton," sebutnya.

Namun, lanjut Selamat Riadi, terkait menurunnya tingkat kunjungan kapal tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap ketersediaan dan harga penjualan semen ditingkat konsumen.

Sebab, lanjut dia, meskipun saat ini telah memasuki di penghujung tahun 2016 yang notabenenya tingkat permintaan atau kebutuhan semen mengalami peningkatan namun ketersediaan dan harga semen di daerah itu masih terpantau normal.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan karena masyarakat Kota Subulussalam dan Aceh Singkil yang selama ini menggantungkan kebutuhan semen dari Aceh Selatan, telah mampu dipasok dari Pelabuhan Singkil.

Sedangkan kebutuhan semen terhadap beberapa kecamatan lainnya dalam Kabupaten Aceh Selatan khususnya wilayah Labuhanhaji Raya dan Meukek, juga tidak mengalami kendala dan hambatan dalam mendapatkan semen di pasaran karena kebutuhan semen untuk masyarakat setempat bisa dipasok dari Banda Aceh baik untuk jenis semen Padang maupun Semen Andalas.

"Ketersediaan semen di pasaran cukup termasuk harganya juga kami pantau masih normal seperti biasa," katanya.




Pewarta: Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026