Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Alunan serune kalee, alat musik tradisional Aceh, menyambut iring-iringan pasukan pengamanan Pilkada yang akan berada di bawah kendali operasi (BKO) Kodim 0101/BS dan Polresta Banda Aceh.

Kedatangan pasukan terdiri 160 personel Brimob Polda Aceh dan 50 prajurit TNI AD dari Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 112/Dharma Jaya disambut di Markas Kodim 0101/BS di Banda Aceh, Sabtu.

Sebelumnya, pasukan pengamanan pilkada tersebut melakukan "long march" dari Balai Kota Banda Aceh menuju Markas Kodim 0101/BS. Kedatangan mereka sudah ditunggu Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin.

Kemudian, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Mahesa Fitriadi, Kapolresta Kombes Pol T Saladin, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh Munawar Syah, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh Sanusi Husen serta undangan lainnya.

Selain diiringi musik Aceh, penyambutan pasukan juga dirangkai dengan prosesi adat. Dimulai dengan pemberian air kelapa kepada masing-masing komandan pasukan oleh Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin.

Pasukan juga menjalani prosesi peusijuek atau tepung tawar. Prosesi adat diakhiri dengan doa bersama seluruh anggota TNI/Polri yang akan bertugas mengamankan pelaksanaan pilkada di Banda Aceh tersebut.

Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin mengharapkan kehadiran personil BKO tersebut dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga dalam menggunakan hak pilihnya pada pilkada serentak yang digelar 15 Februari.

"Kondisi Banda Aceh secara umumnya relatif aman dan kondusif. Iklim demokrasi dan politik di Kota Banda Aceh berjalan baik, dan hingga saat ini tidak ada pergesekan antarpendukung pasangan calon kepala daerah," papar Hasanuddin.

Hasanuddin berharap suasana seperti ini dapat terus terjaga sampai dengan pilkada selesai. Terlebih lagi dengan adanya dukungan pengamanan dari TNI dan Polri, baik organik maupun BKO.

Kepada pasukan pengamanan pilkada, Hasanuddin berpesan agar menjaga kearifan lokal, tata krama, sopan santun yang disesuaikan dengan adat istiadat dan budaya di Aceh.

"Jangan bersikap arogan kepada masyarakat, maupun pendukung calon kepala daerah. Dan terpenting harus netral tidak memihak pasangan calon. Berikan pengamanan terbaik dan perlakuan yang sama kepada semua pasangan calon maupun pendukungnya," pungkas Hasanuddin.

Sementara itu, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Mahesa Fitriadi mengajak masyarakat Kota Banda Aceh mewujudkan pilkada yang aman dan aman. Masyarakat juga diingatkan agar tidak perlu takut menggunakan hak pilihnya.

"Kepada seluruh pasukan, saya mengajak untuk memperbanyak senyum. Ajak masyarakat agar tidak takut ke tempat pemungutan suara. Kemudian, tingkatkan komunikasi dan koordinasi dengan satuan hingga ke polsek maupun koramil," kata Kolonel Inf Mahesa Fitriadi.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh digelar 15 Februari 2017. Pemilihan itu digelar serentak dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dan pemilihan 19 bupati/wali kota dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Pilkada di Kota Banda Aceh diikuti dua pasangan calon yakni pasangan nomor urut satu Hj Illiza Saaduddin Djamal dan Farid Nyak Umar serta pasangan nomor urut dua Aminullah Usman dan Zainal Arifin.



Pewarta: M Haris SA
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026