Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pengamat lingkungan, Berry Nahdian Furqon menyatakan sudah seharusnya perusahaan perkebunan melakukan berbagai upaya pencegahan kebakaran hutan dengan terus meningkatkan pemahaman kepada karyawan dan adanya Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD).

"Kami mengapresiasi terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan sebuah perusahaan kelapa sawit di Aceh dengan melaksanakan apel siaga dan simulasi TKTD dalam menanggulangi kebakaran di perkebunan," katanya di Banda Aceh, Rabu.

Dikatakan, langkah antisipasitif ini harus diberi apresiasi dan pemerintah harus mendorongnya. Ini memang merupakan kewajiban dan semua perusahaan seharusnya melakukan hal yang sama.

Menurut Berry, langkah-langkah preventif memang harus dilakukan dengan menjadikan sebuah sistem dalam perusahaan dan terintegrasi dengan masyarakat, pemangku kepentingan lainnya sehingga dapat berlajan efektif.

"Sudah seharusnya semua perusahaan melakukan hal yang sama, sehingga menjadi sebuah gerakan menyeluruh dan ini harus dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

Berry juga berharap, agar sistem tersebut bisa menjadi budaya perusahaan perkebunan khususnya sehingga  setiap karyawan akan memiliki kepedulian yang sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.   
   
Ia mengatakan pemahaman terhadap penanganan kebakaran bukan hanya dipahami petugas  TKTD terhadap SOP tentang penanggulangan dalam kondisi darurat atau kebakaran, tapi harus dipahami semua karyawan.

Presiden Direktur PT Surya Panen Subur (SPS) Edy Sutjahyo Busiri mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya preventif seperti melakukan apel siaga pencegahan kebakaran, melantik TKTD dan simulasi pencegahan kebakaran.

"Kita semua harus waspada dan peduli terhadap sekecil apapun potensi kebakaran. Selain untuk menjaga aset perusahaan, upaya pencegahan juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, yang selama ini memang menjadi concern perusahaan," katanya.

Eddy menambahkan, upaya pencegahan kebakaran jauh lebih efektif dibandingkan penanganan kebakaran, sehingga PT SPS menerapkan upaya pencegahan sejak dini.

"Upaya ini sudah dimulai sejak landclearing, termasuk saat membentuk blok-blok, parit, tanggul, dan embung. Bahkan, sampai sekarang, perusahaan juga menerapkan water management yang tertata, sehingga memudahkan pencarian sumber air untuk memadamkan api," katanya.

Ia mengatakan berbagai upaya pencegahan kebakaran telah tersistem di PT SPS  termasuk pengangkatan TKTD melalui SK Direksi perusahaan tersebut.

Ia menambahkan PT SPS juga melengkapi berbagai sarana dan prasarana pecegahan kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, pompa pemadam kebakaran, kendaraan pemadam kebakaran hingga pemadam kebakaran manual, seperti  pompa punggung dan peralatan tangan manual.

Sementara untuk monitoring dan komunikasi, PT SPS juga melengkapi enam menara pantau, GPS, teropong binokular dan alat komunikasi HT.

"Semua sarana dan prasarana yang kita miliki dalam kondisi baik karena setiap saat selalu diadakan pengecekan. PT SPS juga selalu bersinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan serta melakukan sosialisasi di desa-desa sekitar perkebunan," katanya.

Pelatihan penggunaan APAR juga diberikan kepada ibu-ibu di perumahan perkebunan dan pabrik, sehingga mereka juga bisa memadamkan api dengan segera," kata Eddy.



Pewarta: Muhammad Ifdhal
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026