Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Lembaga swadaya masyarakat atau LSM Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Antinarkoba (Letupan) mengingatkan guru tidak merokok di hadapan anak didik.
"Merokok di hadapan anak didik akan memberi contoh buruk bagi generasi mendatang. Jika ini dilakukan, sama saja mengajarkan mereka merokok," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Letupan Aceh Mahdi Andela di Banda Aceh, Senin.
Selain guru, Mahdi Andela juga mengingatkan para orang tua untuk tidak merokok di hadapan anaknya sebab merokok di hadapan anak bukanlah contoh yang baik.
Menurut Mahdi Andela, merokok bisa dikatakan awal seseorang menjadi pencandu narkoba, khususnya ganja. Jika orang di sekitar anak merokok, dikhawatirkan perilaku buruk tersebut menular dan bisa saja si anak mencoba-coba menggunakan narkoba.
Mahdi mengatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di Aceh sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan, anak usia sekolah sudah menjadi sasaran penyalahgunaan obat terlarang tersebut.
"Jika tidak tanggap, maka narkoba menjadi predator paling berbahaya bagi generasi muda. Karena itu, kami mengingatkan orang tua maupun guru menghindari merokok di hadapan anaknya," ujar Mahdi Andela.
Mahdi Andela menyebutkan, Letupan Aceh terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa.
Ia mengakui, sosialisasi yang telah dilakukan tersebut belum memberi dampak maksimal. Karena itu, Letupan Aceh mengajak semua pihak mendukung upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Apalagi fakta yang terjadi sekarang ini, kata dia, narkoba yang beredar di sejumlah daerah di Indonesia, baik ganja maupun sabu-sabu, dipasok dari Aceh. Dan ini tentu menjadi ancaman bagi generasi muda Aceh
"Karena itu, mari dukung setiap upaya pemberantasan narkoba. Narkoba ini berkaitan dengan ekonomi di mana orang ingin cepat kaya, tetapi lupa itu akan merusak generasi muda Aceh," kata Mahdi Andela.
Pewarta: M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.