Meulaboh ( ANTARA Aceh) - Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho menyampaikan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi terkait temuan benda mencurigakan diduga bom di lingkungan Kantor Pemkab Aceh Barat, Selasa pagi.
"Saat ini masih kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan benda yang mencurigakan sudah ditangani dan diperiksa oleh Brimob penjinak bom (jibom), mereka yang menangani, setelah ada hasil baru nanti kita sampaikan," katanya di Meulaboh, Selasa.
Sebuah benda mencurigakan berbentuk kotak dan berbungkus kertas koran berisikan kabel-kabel sehingga diduga bahan peledak atau bom di samping Kantor Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada sekitar pukul 08.30 WIB.
Kapolres menyatakan, kejadian tersebut masih didalami karena ada indikasi terhadap teror jelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di daerah itu, sehingga pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap motif dari peletakan benda tersebut.
"Kalau pelakunya sudah ditangkap baru dapat kita ketahui apa sebenarnya motifnya, soal teror pilkada iya, cuma masih kita lakukan pengembangan dengan pemeriksaan saksi dan orang-orang mengetahui keberadaan itu tadi," tegasnya.
Sementara itu Komandan Kodim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Herry Riana Sukma menambahkan, kondisi tersebut secara tidak langsung mungkin sebagai pesan yang disampaikan pihak-pihak tertentu menjelang Pilkada 15 Februari 2017.
"Mungkin untuk awal arahnya ke sana (teror pilkada), karena besok akan ada pumungutan suara serentak, mungkin ada pihak yang mengingtkan kondisi tidak kondusif dengan pressure atau tekanan kepada pihak tertentu," tegasnya.
Dandim Herry menegaskan, terkait apapun motif dari upaya mengusik kedamaian masyarakat Aceh Barat itu masih diselidiki, karena dengan kejadian tersebut sedikit tidak dampaknya memberikan gangguan meskipun tidak berpengaruh secara signifikan.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.