Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga SMA dilibatkan dalam simulasi tsunami.
Simulasi dipusatkan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu. Simulasi dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, turut melibatkan unsur TNI/Polri, Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI), dan lainnya.
Simulasi diawali bunyi sirene peringatan dini tsunami sekitar pukul 10.00 WIB. Ada tiga sirene tsunami di Banda Aceh yang dibunyikan, yakni di Gampong Blang Oi, Kompleks Kantor Gubernur Aceh, serta di Gampong Lampulo.
Usai sirene peringatan dini tsunami berbunyi, para guru mengevakuasi anak didiknya ke halaman sekolah. Kemudian, mereka dievakuasi ke lapangan Blangpadang, lalu menuju ke Museum Tsunami Aceh yang juga dirancang sebagai gedung penyelamatan.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh Fadhil SSos mengatakan, simulasi melibatkan sekitar 4.500 pelajar. Pelajar yang dilibatkan sekolahnya berada di sekitar Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.
"Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang diperingati setiap 26 April. Dan ini peringatan tahun pertama," ungkap Fadhil.
Fadhil menyebutkan, simulasi dilakukan untuk memberikan pembelajaran serta meningkatkan kemampuan anak didik dalam menghadapi bencana, terutama gempa dan tsunami.
Selain melibatkan pelajar, BPBD Kota Banda Aceh bersama sejumlah lembaga nonpemerintah juga melakukan simulasi evakuasi mandiri. Simulai tersebut turut melibatkan ratusan warga Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.
"Ada sekitar 300 warga Gampong Pande yang dilibatkan dalam simulasi evakuasi mandiri. Dan nantinya, masyarakat Gampong Pande akan dijadikan desa tangguh bencana," kata Fadhil.
Pewarta: M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.