Meulaboh (ANTARA Aceh) - Syamsudin (52) nelayan asal Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang terbawa arus karena boatnya mengalami rusak pada mesin.

Koordinator Pos SAR Meulaboh, Dwi Hetno di Meulaboh, Senin mengatakan, pihaknya menemukan boat bersama korban yang dilaporkan hilang di wilayah perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh pada hari ini pukul 10.45 WIB
    
"Boat beserta korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kemudian korban di evakuasi dan langsung dibawa ke RSU Cit Nyak Dhien untuk mendapat perawatan medis," sebutnya.

Dwi menjelaskan, korban pergi melaut pada Sabtu (10/6) pukul 05.00 WIB dengan menggunakan boat mesin Dongfeng, warna dominan biru dan hijau dengan panjang 2,5 meter, boat tersebut hanya dinahkodai oleh Syamsudin.

Badan Sar Nasional (Basarnas) Pos SAR Meulaboh melakukan pencarian bersama unsur Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Pol Airut Polres Aceh Barat dan dibantu masyarakat nelayan setempat.

Tim gabungan gabungan bergerak melakukan pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boats (RIB) dan tim kedua bergerak dengan menggunakan boat berkapasitas 15 GT dengan estimasi perjalanan 35-40 mil dari pantai Aceh Barat.

"Korban dilaporkan hilang karena tidak seperti biasanya, nelayan ini berangkat melaut pagi dan harusnya pulang kembali ke daratan pada hari yang sama waktu siang hari, karena belum kembali maka keluarganya melaporkan," sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Minggu (11/6) pukul 23.00 WIB, korban sesekali masih dapat di hubungi via hanphon selular, namun kendala jaringan sehingga tidak dapat memberi info yang akurat titik lokasi keberadaan korban di laut.

Sementara itu Marlina istri nelayan tersebut menyatakan, suaminya berangkat melaut dan tidak membawa bekal makanan karena berangkat pagi dan pulangnya paling telat sore hari dan menjaring ikan tidak jauh dari kawasan pantai.

"Waktu ditemukan masih sehat, habis tu waktu naik ke kapal besar sudah lemas, boadnya rusak mesin jadi nggak bisa pulang, terombang-ambing hingga sampai ke wilayah Nagan Raya," sebutnya ditemui di rumah sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Sementara itu Direktur RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh dr Akbar Siregar yang menangani korban menyatakan, bahwa klinis pasien itu mengalami hidrasi karena sudah tiga hari terdampar tidak minum dan makan, namun telah membaik setelah ditangani.

"Saat tiba di IGD kondisnya lemah, karena tidak makan minum tiga hari, kencingpun dia sudah tidak ada, berarti pasien sudah Dehidrasi berat. Setelah kita tangani pasien sudah membaik," katanya menambahkan.




Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026