Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang meminta kepada instansi terkait untuk mewaspada terbakarnya lahan gambut di Provinsi Aceh karena memasuki bulan kemarau.

"Bulan depan (Agustus), merupakan puncak kemarau. Saat itu, rawan sekali bagi gambut," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Zakaria di Banda Aceh, Senin, 
    
Lazimnya, kata dia, potensi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) terutama lahan gambut di Aceh yang diperkirakan terjadi di pekan pertama Agustus 2017.

Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu provinsi berada di ujung Utara Pulau Sumatera, dan merupakan provinsi paling Barat di Indonesia.

Luas wilayah di provinsi tersebut sekitar 3,4 juta hektare, diantaranya 0,2 juta hektara atau sekitar 216.000 hektare merupakan lahan gambut.

"Itu (rawan terbakar), daerah Singkil. Tapi data pasti, kami belum punya. Jadi kalau titik panas muncul, maka kemungkinan besar terbakar," terangnya.

Hingga saat ini, dari pantauan sensor modis menggunakan dua satelit yakni Terra, dan Aqua belum terdapat titik panas maupun titik api di Aceh.

"Makanya kita imbau di daerah miliki gambut, atau rawan terbakar. Berhati-hati dalam buang putung rokok, atau bakar sampah," jelas Zakaria.

Sakdan, Kepala Desa Peulante, Kabupaten Aceh Barat, menyebut, kerbakaran lahan gambut melanda kawasan pedalaman di Kecamatan Arongan Lambalek akibat cuaca terik dalam sepekan terakhir.

Dia berkata, terbakarnya lahan gambut di daerah itu terus meluas karena dipicu kondisi angin di saat cuaca terik, sehingga sulit dipadamkan secara manual.

"Ada 10 hektare yang terbakar, tapi lokasinya terpencar-pencar. Hari ini sudah turun kapolsek Arongan Lambalek dan unsur pemerintahan desa, tetapi belum berhasil memadamkan kebakaran," katanya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho hingga kini terus mencari pelaku terduga pembakar lahan gambut yang ditemukan 12 titik api di tiga kecamatan.

Terbakarnya lahan gambut terjadi di tiga kecamatan yakni Johan Pahlawan, Meureubo, dan Samatiga dengan luas lahan gambut yang terbakar terpencar di 12 titik lokasi dengan perkiraan mencapai 65 hektare.

"Yang terbakar lahan masyarakat, upaya kami mendata siapa pemilik dan mengkoordinasikan dengan BPBD. Kalau memang tertangkap pelakunya jelas, saksinya ada, dan barang buktinya ada dengan ancamannya berat," tegasnya.




Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026