Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Desa Simpang Peut, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, mengejar pembangunan layanan publik dasar agar lebih maksimal dengan berlanjutnya alokasi dana desa (ADD) 2018.

Kepala Desa Simpang Peut, Sudirman U di Meulaboh, Kamis mengatakan, masih banyak layanan publik dasar masyarakat belum tersedia ideal sehingga menjadi perhatian penting dan sudah diusulkan untuk program pembangunan tahun selanjutnya.

"Kami sangat bersyukur adanya dana desa. Layanan publik dasar menjadi program prioritas kami, sebab masih banyak yang belum tersedia dan itu sudah kami masukkan dalam rencana pembangunan. Terhadap program nasional juga kita lakukan," sebutnya.

Layanan dasar yang dimaksudkanya Sudirman seperti sektor pendidikan dasar, kesehatan, administrasi umum kependudukan, terutama bagi kelompok disabilitas, perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya di desa tersebut.

Kata Sudirman, selama 2017 Desa Simpang Peut mendapat alokasi dana desa senilai Rp900 juta lebih, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2016 lalu yang diberikan pemerintah hanya sekitar Rp800 jutaan, namun kegiatan itu belum tersentuh.

Akibat kemampuan sumber daya manusia mereka di desa yang terbatas dari, sehingga masih ada layanan publik dasar yang tidak terakomodir pada tahun-tahun sebelumnya, beruntung masih ada kesempatan dana desa untuk tahun depan.

"Saat ini kami sangat bersyukur ada tim pendamping PPMN yang bermitra dengan GeRAK Aceh. Apalagi anak-anak kami juga dilibatkan sebagai jurnalis warga, mereka membantu mencari berbagai permasalahan desa agar ada solusi ke depan," sebutnya.

Sementara itu tim ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Aceh Barat, Said Junaidi, menambahkan, pihaknya terus memberi pendampingan pemerintah desa, meskipun masih kekurangan tenaga secara kuantitas.

"Jumlah tenaga pendamping untuk 322 desa di Aceh Barat dari lembaga P3MD masih belum maksimal, karena itu akan dibuka penerimaan kembali untuk calon-calon tenaga pendamping desa sesuai formasi bidang ahli yang di butuhkan," sebutnya.

Said Junaidi menuturkan, P3MD sebagai lembaga dibentuk Kementrian Desa ditingkat kabupaten/kota ini, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa untuk memastikan kebijakan-kebijakan pembangunan desa yang pro terhadap kesejahteraan.

Dirinya menyarankan Desa Simpang Peut, Kecamatan Arongan Lambalak itu, untuk menciptakan produk unggulan dan mengoptimalkan peran dari Badan Usaha Milik Desa/Gampong (BUMDes) meskipun baru dibentuk tahun ini.

"Demikian halnya sarana prasarana olahraga dan embung yang merupakan empat program prioritas dana desa tahun 2017 harus dikerjakan. Harapan kami kepada desa lain juga melaksanakan program tersebut," katanya menambahkan.




Pewarta: Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026