Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Prof Farid Wajdi Ibrahim menyatakan pemimpin di seluruh Aceh harus memperjuangkan syariat Islam dan ekonomi syariah.
"Pemimpin dan Anggota dewan tidak boleh menikmati tunjangan dari Aceh jika tidak memperjuangkan syariat Islam dan ekonomi syariah," kata Farid Wajdi di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darusalam, Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Rektor UIN Ar-Rniry itu di sela-sela menjadi nara sumber dalam seminar nasional "Memahami hakikat muamalah dalam sistem perbankan syariah".
Menurut dia sebagai pemimpin dan juga anggota dewan yang tinggal di Aceh maka sudah seharusnya melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan syariat Islam dan ekonomi syariah berjalan optimal di Bumi Serambi Mekkah.
"Siapa pun dia yang bertugas dan memimpin di Aceh harus melaksanakan tugasnya dan janjinya untuk mendukung dan menjalankan pelaksanaan syariat Islam dan apa bila tidak melaksanaknnya maka jangan tinggal di Aceh," katanya.
Farid Wajdy Ibrahim juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dalam ikut serta mensyariatkan Bank Aceh konvensional menjadi bank Aceh syariah.
Ahmad Ifham Sholihin (Pakar Perbankan Syariah Nasional) yang juga penulis buku terkenal "Ini Lho, Bank Syariah" mengatakan untuk memajukan bank syariah harus dimulai dari diri masing-masing dan apa bila dalam praktiknya berbeda dari aturan itu yang bermasalah pada pelaku dari perbankan tersebut.
"Artinya, bank syariah itu tidak salah, tapi yang salah adalah orang yang bekerja di dalammnya karena tidak melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga ini perlu diperbaiki," katanya.
Seminar yang terselenggaran atas kerja sama KWPSI dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry juga menghadirkan sejumlah pemateri linnya yakni Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh,Achmad Wijaya Putra dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali.
Kegiatan seminar nasional yang turut menghadirkan nara sumber nasional dan local yang berkompeten bidang ekonomi tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.