Jumat, 20 Oktober 2017

Nelayan Singkil tidak melaut akibat badai

id aceh sigkil, nelayan, badai
Nelayan Singkil tidak melaut akibat badai
ilustrasi - Nelayan mengendalikan perahu saat melewati ombak di perairan Selat Malaka, Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (28/2). (ANTARA FOTO/Rahmad)
Singkil (ANTARA Aceh) - Para nelayan di Kabupaten Aceh Singkil dalam tiga hari terakhir ini tidak melaut, karena angin barat disertai badai melanda perairan pesisir wilayah itu yang menyebabkan ketinggian ombak mencapai tiga sampai empat meter.

Informasi yang diperoleh di Singkil, Kamis, selain terhentinya aktifitas nelayan, sejumlah boat penumpang rute Singkil - Pulau Banyak dan sebaliknya terpaksa menunda jadwal pelayarannya.

Situs Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, kecepatan angin di wilayah perairan Aceh Singkil mencapai 9 Km per jam, ketinggian gelombang mencapai 2.40-2.80. Sementara sehari sebelumnya kecepatan angin mencapai 18,5 Km per jam.

Salah seorang nakhoda speed boat Azwar mengungkapkan, ketinggian ombak di laut mencapai tiga sampai empat meter sehingga sejumlah boat penumpang terpaksa menunda keberangkatan menuju Pulau Banyak.

Dihubungi terpisah, Panglima Laot (lembaga adat laut Aceh) Kabupaten Aceh Singkil, Dara Qutni menghimbau para nelayan agar tetap mewaspadai aktifitas di laut karena bila lalai berdampak terhadap keselamatan jiwa.

"Kondisi cuaca saat ini masih belum normal, gelombang laut sejak tiga hari terakhir ketinggiannya mencapai tiga hingga empat meter," ujarnya.

Boat penumpang tujuan Singkil-Pulau Banyak dan sebaliknya masih menunda pelayarannya karena masih khawatir akan badai dan gelombang laut yang tinggi.

"Mulai pagi tadi aktifitas nelayan mulai kembali normal, termasuk boat penumpang tujuan Pulau Banyak sudah mulai berlayar,"  kata Qutni.

Kalau nelayan, kata Qutni,  sudah paham akan hal itu, memantau kondisi alam, kendati  tetap ada juga yang nekat beraktifitas, namun tidak jauh dari jarak 150 meter dari tepi pantai.

Di sisi lain, tingginya gelombang laut di Aceh Singkil juga berdampak terhadap kebutuhan ikan segar masyarakat. Sejak sepekan terakhir ikan segar di pekan harian Singkil mengalami kekosongan pasokan, lantaran nelayan masih tidak melaut, sehingga harganya naik menjadi tiga kali lipat.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga