Banda Aceh (ANTARA) - Menjelang tradisi Meugang Ramadhan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Aceh masih stabil.
Pantauan di Pasar Almahira, Banda Aceh, Rabu, menunjukkan bahwa pasokan barang mencukupi, meskipun ada kemungkinan kenaikan harga menjelang hari Meugang pada dua hari ke depan. Pedagang mulai merasakan peningkatan jumlah pembeli yang datang untuk berbelanja kebutuhan pokok, terutama daging dan bahan pangan lainnya.
Salah satu pedagang sayur dan sembako di Pasar Almahira, Fahri, mengatakan bahwa sejak pagi pasar mulai ramai dengan warga yang berbelanja kebutuhan untuk Meugang. Ia menyebutkan bahwa stok barang masih tersedia dan harga sejauh ini masih stabil. Namun, ia memperkirakan harga bisa mengalami kenaikan mendekati hari Meugang karena permintaan yang semakin tinggi.
"Hari ini pasar mulai ramai oleh warga yang membeli kebutuhan untuk Meugang. Stok barang masih tersedia, dan harga sejauh ini masih stabil. Namun, biasanya menjelang hari H permintaan meningkat, sehingga ada kemungkinan harga ikut naik," ujarnya.
Baca juga: Banda Aceh gelar pasar murah khusus daging meugang Ramadhan
Berdasarkan pantauan di pasar, harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) saat ini berada di angka Rp200 ribu per karung dengan kapasitas 15 kilogram dan beras premium Rp210 ribu per karung. Minyakita Rp16 ribu per liter, sedangkan minyak curah Rp20 ribu per liter. Untuk telur ayam per papan Rp48 ribu, tepung terigu berkisar antara Rp9 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah Rp45 ribu per kilogram, tomat Rp12 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp35 ribu per kilogram.
Pada komoditas daging, harga juga masih dalam batas wajar. Pak Ari, seorang pedagang daging di Beurawe, mengatakan bahwa pada hari biasa harga daging sapi berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Namun, menjelang Meugang, harga bisa naik menjadi Rp140 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram tergantung kualitasnya.
"Hari biasa harga daging berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa permintaan daging mulai meningkat, meskipun kebanyakan pembeli masih membeli dalam jumlah kecil.
"Rata-rata hari ini banyak yang membeli satu sampai dua kilogram untuk masak di rumah" katanya.
Baca juga: Harga jual daging segar di Aceh Barat melonjak jadi Rp180 ribu/kg
Meski begitu, ia memastikan bahwa stok daging tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meugang sendiri merupakan tradisi khas Aceh yang dirayakan menjelang Ramadan dan Idul Adha, di mana masyarakat membeli daging serta bahan makanan lainnya untuk disantap bersama keluarga. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi di pasar tradisional.
Penulis: Azizah Mernissi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP, USK
Baca juga: Disnak Aceh turunkan tim periksa hewan ternak meugang Ramadhan