"Peningkatan pada sektor konstruksi tersebut tidak terlepas dari pembangunan berbagai proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh dan juga APBK," kata Kepala BPS Provinsi Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan ekonomi Aceh triwulan III tahun 2017 tanpa minyak dan gas tumbuh 4,19 persen, jika dibanding dengan triwulan II tahun 2017 dan ekonomi Aceh yang dihitung dengan migas tumbuh 4,78 persen.
Menurut dia sektor konstruksi yang berasal dari APBA memberi andil besar besar dalam pertumbuhan perekonomian Aceh, karena pertumbuhan ekonomi di provinsi ujung paling barat Indonesia itu sangat bergantung pada APBA dan APBK.
Lebih lanjut ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Aceh year on year (Triwulan III tahun 2017 terhadap triwulan III tahun 2016), dengan migas mencapai 4,78 persen dan tanpa migas 4,91 persen.
Wahyudin mengatakan perekonomian Aceh triwulan III tahun 2017 yang diukur bedasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,37 triliun. Sementara PDRB tanpa migas sebesar Rp36,24 triliun.
Ia meyakini apa bila pertumbuhan yang terjadi pada triwulan tiga tersebut dapat terjadi pada triwulan berikutnya, maka target pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen akan tersebut.
"Kami perkirakan apa bila pertumbuhan yang terjadi pada triwulanini juga masih terjadi pada triwulan empat maka kemungkinan besar target pertumbuhan ekonomi akan tercapai," kata Wahyudin.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.