Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Peternakan (Disnak) Aceh menyatakan stok sapi untuk kebutuhan meugang Idul Fitri 1445 Hijriah di Tanah Rencong mencapai 18.159 ekor dengan asumsi pemotongan sekitar 5.478 ekor.
"Kalau sapi, stoknya sekitar 18 ribu ekor, sedangkan asumsi pemotongan kita itu 5.478 ekor," kata Kepala Dinas Pertenakan Aceh Zalsufran, di Banda Aceh, Senin.
Dia mengatakan, stok sapi tersebut mayoritas berasal dari peternakan lokal, meskipun ada juga yang didatangkan dari luar Aceh.
“Sapi lokal yang lebih banyak, kemudian ada juga sapi eksotik dari Australia yang dibeli dari Medan," katanya.
Baca juga: Penjualan daging meugang di Banda Aceh tersebar di 9 lokasi
Mengenai harga jual, Zalsufran menjelaskan bahwa Disnak Aceh tidak menetapkan harga resmi untuk sapi meugang. Namun, berdasarkan perkiraan di tingkat kabupaten/kota, harga jual daging sapi saat meugang Lebaran nanti diprediksi berkisar antara Rp150-200 ribu per kilogram.
“Prediksi harga ini berdasarkan pengalaman sebelumnya dan bisa bervariasi di setiap daerah," katanya.
Selain sapi, dia menyebutkan bahwa Disnak Aceh juga menyediakan 7.676 kerbau, 18.353 kambing/domba, dan 1.744.246 ayam.
Dari jumlah tersebut, asumsi pemotongan kerbau mencapai 1.448 ekor, kambing/domba 602 ekor, dan ayam 666.774 ekor.
Untuk memastikan kesehatan ternak yang disembelih, Zalsufran mengimbau agar para pedagang dan masyarakat melakukan penyembelihan di rumah potong hewan (RPH) resmi atau tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
"Kami mengimbau agar penyembelihan dilakukan di tempat yang sudah ditetapkan pemerintah supaya terkontrol dan terawasi. Sapi, kerbau, atau ternak lainnya yang akan disembelih harus melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas," katanya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry salurkan 1.300 paket daging "Meugang"