Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengimbau masyarakat pengguna jalan yang melintasi ruas jalan provinsi Nagan Raya-Aceh Tengah mewaspadai potensi tanah longsor, terutama di kawasan Gunung Singgah Mata.
“Kami imbau masyarakat berhati-hati karena jika diguyur hujan lebat, kawasan hutan lindung Gunung Singgah Mata sangat rawat diterjang longsor tebing gunung,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagan Raya Tamarlan di Nagan Raya, Kamis.
Menurutnya, kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang merupakan ruas jalan alternatif yang selama ini kerap dilintasi pengguna jalan menuju ke wilayah tengah dan pantai timur dan utara Aceh.
Kawasan ini juga menjadi favorit pengguna jalan yang ingin bepergian ke wilayah pantai barat selatan Aceh, dari wilayah tengah, utara dan timur Aceh karena dapat memangkas jarak tempuh dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Baca: Jembatan gantung sepanjang 120 meter ambruk di Nagan Raya
Namun, karena kondisi cuaca ekstrem di kawasan Gunung Singgah Mata, kata Tamarlan, ruas jalan di kawasan tersebut selama ini rawan terjadi tanah longsor apabila diguyur hujan lebat.
Selain itu, kawasan tersebut juga sering terjadi kabut tebal, sehingga dapat menyebabkan gangguan jarak pandang bagi pengemudi kendaraan bermotor, truk atau pemotor.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas, karena kawasan ini memang sangar rawan terjadi kecelakaan,” kara Tamarlan.
Pemkab Nagan Raya mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada, dan tetap mematuhi rambu lalu-lintas saat berkendara di jalur yang ramai dilintasi pengguna jalan saat musim libur atau libur hari besar keagamaan, demikian Tamarlan.
Baca: Jalan lintas Nagan Raya-Aceh Tengah amblas