"Artinya, mereka di sana sama seperti di rumah sendiri. Mereka mendapat perhatian dari para pengasuh dan semua kebutuhan mereka terpenuhi termasuk untuk pendidikanya," katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal bagi mereka PPKS sehingga dapat melanjutkan kehidupan yang lebih layak.

Kepala Rumoeh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano menambahkan pengasuhan yang dilakukan mulai dari 0 bulan sampai sebelum 18 tahun.

"Mereka juga ikut diberi keterampilan dalam program gerakan 100 pengusaha anak panti yang merupakan bagian agar mereka bisa mandiri," katanya.

Baca: LKKS bertekad wujudkan pemerataan program Sosial di Aceh Besar

Ia mengatakan anak panti mendapat pelatihan di antaranya kuliner, pembuatan kue, minuman, pertanian dan barber.

"Kita berharap dengan keterampilan yang dimiliki mereka dapat mandiri dan menghidupi diri sendiri saat tidak berada lagi di panti," katanya.

Ia juga mengatakan untuk meningkatkan ikatan para penghuni panti, pihaknya juga membuat organisasi siswa dan alumni agar mereka dapat membina anak-anak yang ada di panti.

"Kita berharap dengan berbagai program yang dijalankan oleh UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh dapat menjadi pusat pembelajaran pengasuhan bagi panti lainnya di Aceh," katanya.

Baca: Dinsos Aceh pastikan bantuan tanggap darurrat tersedia di kabupaten kota



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026