Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan pemerintah saat ini mulai melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana alam, di kawasan Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat.

“Ada 12 unit huntara yang dibangun,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Aceh Barat, Jumat.

Ia mengatakan, pembangunan hunian sementara tersebut berlokasi di Desa Jambak dan Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, karena di dua lokasi tersebut terdapat kerusakan rumah warga yang sangat parah dan tidak bisa lagi ditempati.

Tarmizi mengatakan pembangunan huntara tersebut juga sebagai upaya pemerintah, menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat korban bencana alam yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir bandang.

Baca: Pemkab Aceh Timur siapkan pembangunan 1.046 huntara

Selama ini, kata dia, masyarakat korban bencana alam yang telah kehilangan tempat tinggal di Desa Jambak dan Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, menetap sementara di rumah saudara atau kerabat yang lain.

Namun kondisi dinilai tidak mungkin berlama-lama, sehingga pemerintah daerah mengusulkan pembangunan hunian sementara bagi para korban, sambil menunggu pembangunan rumah tetap (huntap) dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan pembangunan 12 unit hunian sementara tersebut akan rampung pada bulan Februari mendatang, sehingga langsung bisa ditempati oleh para korban bencana.

“Kita harapkan sebelum bulan suci Ramadhan, pembangunan huntara ini sudah selesai, sehingga bisa langsung ditempati oleh masyarakat,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi.

Baca: 100 keluarga korban banjir di Pidie Jaya diusulkan masuk huntara
 



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026