Banda Aceh (ANTARA) - Tim gabungan Polri dari Polres Bener Meriah dan Brimob Polda Aceh membangun jembatan darurat guna memulihkan akses masyarakat terdampak bencana di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto di Bener Meriah, Jumat, mengatakan jembatan tersebut merupakan akses vital untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan.
"Jembatan darurat dibangun untuk memulihkan akses antardusun di Kampung Setie. Jembatan tersebut dibutuhkan masyarakat untuk membawa hasil panen durian, langsat, pinang, dan lainnya," kata Kapolres.
Perwira menengah Polri itu menyebutkan pembangunan jembatan darurat tersebut untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Serta memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat pascabencana.
"Selain membangun jembatan darurat, Polres Bener Meriah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat berupa kebutuhan pokok, selimut, pakaian, dan lainnya. Kami berharap bantuan tersebut meringankan beban masyarakat terdampak bencana si daerah itu," kata Aris Cai Dwi Susanto.
Kapolres mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan membantu pemulihan pascabencana di seluruh wilayah, termasuk di Kabupaten Bener Meriah.
"Polri melalui Polres Bener Meriah akan terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana. Kegiatan serupa dilakukan berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula," kata Aris Cai Dwi Susanto.
Sementara itu, Reje (kepala desa) Setie Husaini mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang membangun jembatan darurat. Kehadiran jembatan tersebut membuka kembali akses masyarakat pascabencana.
"Dengan jembatan darurat ini tersebut, akses transportasi masyarakat kembali terbuka, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat kembali bergairah dan bangkit pascabencana," kata Husaini.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026