Simeulue (ANTARA) - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue bersama Kelompok Memeduli Fenu Along melepasliarkan 200 tukik atau bayi penyu jenis belimbing sebagai upaya menjaga kelestarian habitat satwa laut di perairan kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh tersebut.
Pelepasliaran tukik tersebut dipusatkan di Pantai Along, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Kamis.
Kepala DKP Simeulue Carles mengatakan pelepasan tukik tersebut merupakan upaya menjaga kelestarian habitat penyu di perairan Kabupaten Simeulue agar tidak punah.
"Pelepasliaran tukik ini juga bertujuan agar habitat penyu di Pantai Along tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih dapat menyaksikan secara langsung penyu naik ke darat untuk bertelur," katanya.
Ia juga menyebutkan pelepasliaran tukik tersebut juga bagian dari kampanye mencegah dan mengurangi perburuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa laut yang dilindungi seperti penyu belimbing.
Carles juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian penyu di Kabupaten Simeulue dengan tidak memburu dan menjadikan telur satwa laut tersebut sebagai konsumsi.
Ia juga mengajak masyarakat membentuk wadah atau kelompok konservasi menjaga kelestarian penyu maupun satwa lainnya yang dilindungi di wilayah pesisir Kabupaten Simeulue.
Baca: FOTO - Pelepasan tukik belimbing di Pantai Aceh Besar
"Semoga upaya kecil ini bisa membawa dampak besar bagi kelestarian penyu di perairan Kabupaten Simeulue," kata Carles.
Sementara itu, Ketua Kelompok Memeduli Fenu Along Alimin Jatar menyebutkan kelompok yang dipimpinnya bertanggungjawab pada kawasan konservasi penyu di Pantai Along.
"Kami rutin mengawasi penyu bertelur di pantai ini. Pengawasan kami lakukan ekstra selama 24 jam. Tujuannya agar telur penyu terjaga dari berbagai ancaman, baik itu hewan maupun manusia yang ingin mengambilnya," katanya.
Sejak November 2025 hingga pertengahan Februari 2026, kata dia, ada sekitar 136 lubang dengan telur penyu belimbing. Estimasi jumlah telur mencapai 10.500 butir dan telah menetas menjadi tukik serta dilepasliarkan sekitar 1.000 ekor.
Ia menjelaskan di laut Pulau Simeulue yang berada di Samudra Hindia memiliki empat dari enam jenis penyu yang hidup dan berkembang biak di Indonesia.
Empat jenis penyu yang berkembang biak dan bertelur di pesisir pantai wilayah Kabupaten Simeulue itu, yakni penyu belimbing, penyu hijau, penyu lengkang dan penyu sisik.
Penyu kata Alimin Jatar, dikenal sebagai hewan berumur panjang yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapai usia dewasa dan mampu bertelur.
"Kami sebagai generasi muda harus melestarikan penyu yang hidup di perairan Pulau Simeulue ini. Apabila tidak dilestarikan, penyu yang ada di Pulau Simeulue ini punah dan tidak bisa wariskan kepada generasi selanjutnya," kata Alimin Jatar.
Baca: Kelompok konservasi lepaskan 90 tukik untuk lestarikan habitat penyu di Aceh Besar
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026