Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana masih menjadi prioritas pemerintah, terutama mengenai penyelesaian hunian sementara (Huntara).
"Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar lebaran idul fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara," kata Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Suharyanto saat mendatangi komplek hunian sementara (huntara) korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: 169 KK korban banjir bandang di Nagan Raya terima dana rehab rumah Rp3,73 miliar lebih
Dirinya menyampaikan, Huntara Gampong Ulee Rubek itu menjadi salah satu lokasi yang sudah selesai dibangun di Kecamatan Seunuddon, bahkan sudah ditempati masyarakat.
"Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut," ujarnya.
Suharyanto menyampaikan, Huntara untuk Aceh sekitar 16 ribu unit, dan yang baru selesai dibangun diperkirakan sekitar 10 ribu unit. Diharapkan, sebelum lebaran semua hunian bisa ditempati penyintas banjir.
Ia menambahkan, memasuki bulan ketiga pascabencana banjir dan longsor sumatera, pemerintah masih tetap fokus serta terus melaksanakan pemulihan. Bahkan, Aceh Utara salah satu kabupaten yang saat ini sudah masuk transisi darurat pemulihan.
"Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya," tegas Suharyanto.
Disisi lain, salah seorang penyintas banjir di Aceh Utara, Basri mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB yang telah membangun Huntara sebagai tempat tinggal dirinya bersama keluarga, dan berharap agar hunian tetap segera didirikan.
"Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Semenjak tinggal di huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan untuk kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga," demikian Basri.
Baca juga: BNPB salurkan dana stimulan rumah rusak senilai Rp369,9 miliar untuk 17.251 KK korban bencana
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026