Aceh Barat (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat investasi sektor pertambangan di daerah ini mencapai Rp363 miliar dari total investasi tahun 2025 sebesar Rp764,79 miliar.
“Sektor Pertambangan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi dengan kontribusi sebesar 47,5 persen atau sekitar Rp363 miliar,” kata Kepala DPMTSP Kabupaten Aceh Barat, Ifan Murdani kepada ANTARA, Jumat.
Ia mengatakan posisi kedua ditempati sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan dengan kontribusi sebesar Rp158 miliar atau sekitar 20,8 persen.
Ifan Murdani menjelaskan, secara geografis, Kecamatan Meureubo menjadi wilayah dengan nilai investasi tertinggi mencapai Rp378 miliar, disusul oleh Kecamatan Panton Reue dan Kecamatan Woyla dengan nilai investasi mencapai diatas Rp100 miliar lebih.
Ada pun distribusi investasi per triwulan di tahun 2025 di Kabupaten Aceh Barat, kata dia, yaitu pada triwulan pertama tercatat sebesar Rp104,2 miliar, triwulan kedua sebesar Rp179,4 miliar, triwulan ketiga sebesar Rp359,6 miliar (puncak realisasi), serta triwulan keempat sebesar Rp121,3 miliar lebih.
Ifan Murdani mengatakan DPMPTSP Aceh Barat berkomitmen mengoptimalkan digitalisasi layanan, di mana 100 persen perizinan yang terbit pada tahun 2025 diproses secara online melalui sistem OSS, SICANTIK, dan SIMBG.
“Total perizinan dan non perizinan yang diterbitkan pada tahun 2025 lalu mencapai 3.253 dokumen,” kata Ifan Murdani menambahkan.
Ia mengatakan ada beberapa inovasi unggulan yang terus dijalankan untuk memudahkan masyarakat meliputi, Klik n Kring yaitu layanan berbantuan perizinan melalui WhatsApp dan telepon.
Kemudian Hiling (hadirkan layanan izin keliling) dengan pendekatan langsung ke masyarakat, menggunakan bus keliling ke kecamatan dan gampong dan Layanan SILOPer (Sistem Layanan Ojek Perizinan) yaitu berupa pengantaran dokumen izin langsung ke rumah, pemohon melalui mitra ojek online lokal untuk menghindari pungutan liar.
Serta layanan B'Invest Anywhere yaitu platform diskusi santai dan inklusif untuk mensosialisasikan peluang investasi daerah.
Di sisi lain, sepanjang tahun 2025, DPMPTSP Aceh Barat juga berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen atau sebesar Rp5,60 miliar.
Ifan Murdani mengatakan jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) di Kabupaten Aceh Barat juga tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 37 persen dengan total 1.191 laporan yang masuk.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan, mudah diakses, dan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026