Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah mengajak warga di ibu kota Provinsi Aceh itu untuk mencintai produk lokal dengan ikut membeli hasil karya masyarakat sekitar dalam upaya menggerakkan ekonomi.

Pemerintah Kota hadir menyediakan panggung strategis bagi ratusan usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) kuliner dan kerajinan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, sehingga dapa memacu perputaran modal secara cepat,” kata Afdhal di Banda Aceh, Jumat.

Di sela-sela menutup Peukan Raya Ramadhan 2026 yang dipusatkan di Pasar Atjeh Lama, ia menjelaskan Peukan Raya Ramadhan 2026 tidak hanya menghadirkan suasana Ramadhan yang semarak, tetapi juga menghadirkan ruang produktif bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, berkreasi, dan memperluas pasar.

Baca: Begini cara UMKM punya PT perorangan dengan modal Rp50 ribu

“Kegiatan ini tentu bukan sekadar ajang jualan, melainkan sarana edukasi bagi pedagang kecil untuk naik kelas, mulai dari standarisasi kemasan hingga cara pelayanan yang lebih profesional kepada masyarakat,” katanya.

Selain memberikan dukungan terhadap produk lokal, kegiatan Peukan Raya Ramadhan tersebut juga bagian penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, akselerasi digitalisasi transaksi di pasar tradisional, merawat nilai kolaborasi dan keberkahan sosial dan inovasi kebijakan bagi penguatan UMKM melalui aplikasi “Usaha Teman”.

“Kita berharap semangat Peukan Raya tidak padam seiring berakhirnya acara. kita ingin melihat Pasar Atjeh Lama dan pasar-pasar tradisional lainnya di Banda Aceh tetap ramai, bersih, dan modern setiap harinya,” katanya.

Baca: Pemko Banda Aceh libatkan 120 UMKM secara gratis pada Peukan Raya Ramadhan



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026