Banda Aceh (ANTARA) - Provinsi Aceh menjadi daerah terbaik di wilayah Sumatera dan peringkat ketujuh di Indonesia untuk Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025.

"Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh memperoleh skor 83,43 poin dan menempati peringkat ke 7 nasional, sekaligus menjadi provinsi nilai IDI tertinggi di pulau Sumatera," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Munawar di Banda Aceh, Jumat.

Dirinya mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa ruang demokrasi di Aceh terus tumbuh dengan baik dan sehat. Keberhasilan ini, merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak termasuk masyarakat dalam menjaga iklim demokrasi yang aman, inklusif, dan berlandaskan hukum.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa demokrasi di Aceh berjalan semakin baik. Partisipasi masyarakat, keterbukaan pemerintah, serta kerjasama semua pihak menjadi faktor penting dalam peningkatan ini,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, IDI sendiri mengukur kualitas demokrasi daerah melalui sejumlah indikator, mulai dari kebebasan sipil, kesetaraan, hingga kapasitas lembaga demokrasi. 

Dalam penilaian 2025, Aceh mencatat hasil tinggi pada ketiga aspek tersebut, yakni kebebasan sebesar 86,96, kesetaraan 80,87, dan aspek kapasitas lembaga demokrasi 83,02 poin.

Munawar menuturkan, lonjakan besar pada IDI tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat baik setelah dua tahun terakhir nilai IDI Aceh sempat mengalami penurunan. 

Pada 2024, skor IDI Aceh berada di angka 75,80 poin, kemudian tahun 2025 meningkat pesat menjadi 83,43 poin dan melampaui rata-rata nasional sebesar 78,19 poin.

Ia menambahkan, capaian ini juga menjadi motivasi bagi pemerintah Aceh untuk terus memperkuat kualitas demokrasi, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik, keterbukaan informasi serta pendidikan politik masyarakat.

“Memang masih ada beberapa indikator yang perlu diperkuat, namun secara umum capaian ini menjadi energi positif bagi Aceh untuk terus menjaga demokrasi berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian Munawar.


 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026