Nagan Raya (ANTARA) - Para pelaku wisata di Kabupaten Nagan Raya mendapatkan bimbingan teknis dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai upaya meningkatkan pengelolaan wisata berbasis lokal yang tersebar di kabupaten itu.

“Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola pariwisata yang berstandar nasional dan tetap berbasis pada kearifan lokal,” kata Anggota Komisi VII DPR-RI, Teuku Zulkarnaini kepada wartawan di Nagan Raya, Kamis.

Di sela-sela kegiatan yang digelar  bersama mitra kerja Komisi VII DPR, Ia menjelaskan kunci utama kemajuan pariwisata bukan hanya terletak pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pada kualitas pelayanan atau hospitality.

"Yang paling penting sebenarnya bukan infrastruktur dulu, tapi pelayanan. Bagaimana etika bertingkah laku yang sopan dan ramah agar tamu senang datang kembali. Masalah kebersihan juga menjadi prioritas yang harus diperhatikan masyarakat," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR-RI Drs HT Zulkarnaini memberikan sambutan dan materi kepada peserta pelatihan wisata berbasis kearifan lokal di Grand Nagan Hotel, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Pria yang akrab disapa dengan sebutan Ampon Bang itu mengatakan, selain aspek pelayanan, potensi kuliner tradisional menjadi sorotan utama dalam upaya menarik wisatawan mancanegara. 

Di Nagan Raya, Aceh, kata dia, kuliner seperti kue karah, kue Bungong Kayee (Bunga Kayu), hingga masakan gulai tradisional dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan yang mencari keaslian budaya.

Masyarakat didorong untuk lebih berani menampilkan produk lokal namun dengan penyajian yang lebih profesional dan sehat. 

Hal ini, kata dia, berkaca pada keberhasilan kesenian Aceh, seperti Rapai Geleng, yang telah diakui secara internasional hingga tampil di Barcelona dan Amerika Serikat.

Anggota Komisi VII DPR-RI Drs HT Zulkarnaini berswafoto bersama peserta pelatihan wisata berbasis kearifan lokal di Grand Nagan Hotel, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Pemerintah berharap para pelaku wisata di daerah memiliki visi yang sama dalam mengelola potensi daerahnya masing-masing dan dengan perpaduan keramah-tamahan khas Aceh dan standar pengelolaan yang baik, pariwisata Aceh diyakini mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri budayanya.

Selain digelar di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kegiatan tersebut juga telah digelar di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Barat Daya, dan akan berlanjut hingga ke Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Bener Meriah.
 



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026