Nagan Raya (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Aceh, menyelenggarakan wisuda bagi 209 peserta sekolah lansia di Kabupaten Nagan Raya.

"Keberhasilan para lansia menyelesaikan pendidikan ini menjadi inspirasi besar bagi generasi muda bahwa untuk menjadi hebat, tidak ada kata terlambat," kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim di Nagan Raya, Selasa.

Ada pun 209 wisudawan yang lulus terdiri dari jenjang strata S1 dan S2, dengan rincian peserta dari lima kecamatan diantaranya Kecamatan Seunagan Timur 65 orang, Kecamatan Seunagan 60 orang, Kecamatan Tripa Makmur 33 orang, Kecamatan Beutong 26 orang, Kecamatan Tadu Raya 25 orang.

Baca: Selesaikan studi, 1.193 peserta Sekolah Lansia di wisuda

Menurutnya, Melalui pendidikan non-formal ini, diharapkan para lansia lebih percaya diri, terhindar dari rasa kesepian, serta mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.

Ia menyebutkan ratusan lansia di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, saat ini telah menyandang gelar sarjana strata satu (S-1) dan strata dua (S-2) setelah menempuh pendidikan selama 10 bulan pada tahun 2025 lalu.

Safrina Salim berharap para wisudawan menyandang status sebagai pilar kearifan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat membagikan ilmu, keterampilan, dan nasihat bijak yang telah didapatkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Sejumlah lansia yang lulus dalam program Sekolah Lansia Tahun 2025 memperlihatlan ijazah, saat mengikuti prosesi wisuda berlangsung di Anjungan Pendapa Bupati Nagan Raya, Aceh, Selasa (5/5/2026) sore. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMGP4) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Said Mudhar mengatakan program sekolah lansia ini menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu.

Melainkan momentum untuk membuktikan bahwa lansia di Nagan Raya adalah sosok yang tangguh, hebat, dan tetap berdaya.

Baca: Puluhan peserta sekolah lansia di Aceh Besar belajar anyaman

Said Mudhar mengatakan tujuan utama dari Sekolah Lansia ini adalah mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

Selama mengikuti proses pendidikan, para peserta dibekali dengan kurikulum terstruktur yang mencakup tujuh dimensi lansia tangguh, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, kemasyarakatan, vokasional, serta lingkungan.

Melalui pendidikan non-formal ini, diharapkan para lansia lebih percaya diri, terhindar dari rasa kesepian, serta mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.

"Masa tua bukanlah beban, melainkan aset berharga bagi keluarga dan gampong (desa)," ujar Said Mudhar.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026