Banda Aceh (ANTARA) - Dayah (pesantren) Insan Qur’ani Aceh Besar meluluskan sebanyak 55 santri yang sudah menghafal atau khatam 30 juz Al Quran, mereka diwisudakan bersama 142 santri angkatan X lainnya, di gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh, Sabtu.

"Dari total 152 santri yang lulus tahun ini, sebanyak 142 santri mengikuti prosesi wisuda (10 berhalangan). Sebanyak 55 santri diantaranya berhasil menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz," kata Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Muzakkir Zulkifli dalam sambutannya.

Dari jumlah tersebut, kata di, empat santri dinyatakan lulus dengan syahadah setelah melalui uji kelancaran hafalan oleh dewan guru. Mereka adalah Fikran Hanif, Raziatul Husna, Izza Mushfia, dan Nazwa Aqila.

Baca juga: Dayah darul quran Aceh wisuda 74 santri, 51 sudah khatam 30 juz Al Quran

Muzakkir mengatakan, para lulusan juga menorehkan prestasi akademik pada penerimaan mahasiswa perguruan tinggi. Di mana, 120 wisudawan atau sekitar 80 persen berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama melalui jalur undangan dan prestasi.

“Para lulusan diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus terus mengembangkan diri, baik dalam aspek keilmuan maupun akhlak,” ujarnya. 

Muzakkir berharap, para lulusan terus menjadi kebanggaan dayah. Karena pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter dan kesadaran belajar sepanjang hayat, atau pengembangan diri yang selaras antara kehidupan dunia dan akhirat. 

Ia menambahkan, alumni Dayah Insan Qur’ani saat ini telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintahan hingga lembaga internasional. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan dayah mampu bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang.

“Pengalaman selama di dayah menjadi modal awal untuk menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan. Jaga ukhuwah dan selesaikan setiap persoalan dengan cara damai,” tegas Muzakkir. 

Sementara itu, salah seorang perwakilan wali santri, Munawar Liza Zainal, mengungkapkan rasa haru sekaligus permohonan maaf atas segala kekhilafan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan. 

“Kami berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah menggantikan peran kami sebagai orang tua selama anak-anak berada di dayah,” kata Munawar Liza yang merupakan salah satu tokoh perdamaian Aceh itu.

Ia menambahkan, pilihannya terhadap Dayah Insan Qur’ani merupakan hasil dari pencarian panjang untuk menemukan lembaga pendidikan terbaik. Dayah ini dinilai memiliki banyak keunggulan dan telah membuktikan kualitasnya.

“Jika kita memuliakan Al Quran, maka Allah SWT akan memuliakan kita. Jadilah alumni yang berdaya dengan menjunjung nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah, dan kebebasan dalam berinovasi,” demikian Munawar Liza  

Sebagai informasi, sejak meluluskan angkatan pertama pada 2017, Dayah Insan Qur’ani telah melahirkan sebanyak 251 santri/alumni yang khatam hafalan 30 juz Al Quran.


Baca juga: Lahirkan penghafal Quran, ini beasiswa disiapkan Pemerintah Abdya



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026