Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 77 rumah kayu di Gampong (desa) Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe hangus di lalap si jago merah, akibatnya 251 jiwa dari 81 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
"Kebakaran 77 rumah ini mulai terjadi sekitar pukul 12.30 WIB siang tadi, sebanyak 251 jiwa telah mengungsi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Selasa malam.
Dari peristiwa ini, tidak ada korban jiwa, api baru berhasil dipadamkan hingga dilakukan pendingin sekitar pukul 19.30 WIB. Dugaan sementara, kebakaran tersebut akibat adanya korsleting listrik dari salah satu rumah warga di sana.
Baca juga: BPBK Aceh Jaya himbau warga stop bakar lahan
Dalam upaya pemadaman ini, BPBD Kota Lhokseumawe mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran dan dibantu damkar Aceh Utara, serta unit pendukung dari Polres, PIM, PAG, PMI, dan Tagana.
Pemadaman turut dibantu personel TNI Korem 011/Lilawangsa, polisi ikut hingga masyarakat setempat untuk berupaya memadamkan api menggunakan mesin pompa air portabel dan peralatan seadanya.
Kabid Damkar Aceh Utara, Samsuddin mengatakan bahwa petugas sempat menghadapi kendala besar di lapangan karena akses jalan yang sempit menuju ke lokasi kejadian.
"Proses pemadaman membutuhkan waktu berjam-jam karena akses jalan yang sangat sempit dan rumah yang saling berdempetan, sehingga armada sulit menjangkau titik api," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Samsul, menyampaikan saat ini tim masih terus melakukan pendataan korban di lapangan, serta tenda darurat.
"Kami juga tengah menyiapkan tenda darurat dan menyalurkan bantuan masa panik untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga yang terdampak,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan hingga petang terus bersiaga di lokasi guna mencegah munculnya kembali titik api dari puing-puing bangunan yang terbakar.
Baca juga: BPBK: 20 hektare lahan di Aceh Jaya terbakar selama Januari-Maret 2026
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026