Banda Aceh (ANTARA) - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memimpin pembaretan terhadap 30 personel bintara remaja Satuan Brimob Polda Aceh.

Pembaretan bintara remaja Brimob tersebut berlangsung di Mako Brimob Polda Aceh di Banda Aceh, Senin.

Pembaretan diawali dengan apel kesiapsiagaan dipimpin Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, dilanjutkan dengan penghormatan jajar serta tradisi keliling markas komando guna mengenalkan lingkungan kesatuan kepada para bintara remaja. 

Selanjutnya, para bintara remaja tersebut mengikuti yel-yel korps Brimob sebagai bentuk penanaman jiwa korsa, disiplin, dan loyalitas, sebelum akhirnya penyematan baret biru sebagai simbol kehormatan dan resmi bergabungnya para bintara remaja ke keluarga besar Korps Brimob Polri.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan pentingnya menjaga kehormatan baret biru Brimob sebagai simbol disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Jangan nodai baret biru kita. Kita adalah pasukan yang dididik dengan disiplin tinggi. Pelanggaran-pelanggaran harus dikurangi dan dihilangkan. Sesama anggota harus saling mengingatkan agar tetap berada di jalan yang benar," kata Kapolda.

Ia juga mengingatkan tantangan tugas ke depan semakin berat seiring meningkatnya intensitas kejahatan dan dinamika situasi global. Oleh karena itu, personel brimob dituntut memiliki kemampuan dan profesionalisme tinggi sebagai pasukan khusus Polri.

Menurut dia, kemampuan-kemampuan khusus seperti penjinakan bom, antiteror, hingga pertempuran hutan harus terus ditingkatkan agar kemampuan personel tetap terjaga.

Kapolda Aceh turut membagikan pengalamannya saat menjalani tradisi pembaretan Brimob pada 1998 di Watukosek, Jawa Timur. Seluruh personel Brimob di Indonesia memiliki kebanggaan dan jati diri yang sama.

"Tidak ada Brimob Watukosek dan Brimob Polda. Semua sama, karena ilmunya satu. Yang ada hanya satu, yaitu Brimob," kata Marzuki Ali Basyah.

Selain itu, Kapolda juga mendorong personel Satbrimob Polda Aceh untuk terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, termasuk membuka peluang mengikuti pelatihan di Watukosek maupun ajang internasional.

Ia berharap jiwa korsa kebersamaan, dan semangat pengabdian anggota Brimob terus terpelihara, disertai disiplin dan pembinaan mental spiritual yang kuat.

"Ingat, Brimob adalah pelindung dan pelayan masyarakat. Jangan pernah surut dalam melayani masyarakat. Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil. Brimob untuk nusa dan bangsa," kata Marzuki Ali Basyah.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026