Kutacane (Antaranews Aceh) - PT PLN (Persero) Wilayah Aceh berhasil menyelesaikan program listrik pedesaan melebihi target yang ditetapkan yakni sebanyak 96 desa tersebar di 44 kecamatan.

"Hingga tahun 2017, sudah kami selesaikan proyek listrik di 96 desa dan 44 kecamatan di Provinsi Aceh," kata General Manager PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiadi di Desa Naga Timbul, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, Kamis.

Pernyatan itu diungkapkan dalam sambutan pada acara peresmian jaringan melalui program listrik pedesaan di Desa Naga Timbul, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.

Di hadapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, dan pemangku kepentingan, Jefri menjelaskan, target yang diberikat oleh PLN pusat dapat diselesaikan tepat waktu.

Ada pun angka rasio persentase wilayah Aceh yang teraliri listrik saat ini mencapai 97,36 persen, dan angka rasio di desa sebesar 99 persen.

"Memang masih terdapat beberapa desa lagi, belum teraliri listrik. Namun di tahun 2018, kami targetkan bisa mencapai 100 persen," katanya.

Perkembangan ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa wilayah Aceh kini seluruhnya sudah hampir berlistrik dengan menduduki peringkat kedua nasional atau setara Pulai Jawa dan Provinsi Bangka Belitung.

Ia mengaku, buruknya akses menuju lokasi pembangunan jaringan listrik dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi tantangan tersendiri demi mewujudkan listrik masuk desa.

"Tahun ini, kami memohon kepada bapak gubernur dan pemerintah daerah setempat, agar dapat membantu dan mempermudah akses pembangunan listrik bagi wilayah yang belum teraliri listrik," tegas Jefri.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menanggapi permintaan perusahaan plat merah tersebut dengan mengatakan, periode kepemimpiannya baru berakhir tahun 2022 mengusung 14 program unggulan.

Ia melanjutkan, salah satu dari program itu adalah Aceh energi, yaitu pemenuhan energi listrik bagi rakyat Aceh dan industri yang berasal dari enegi bersih dan terbarukan.

"Hanya tinggal 10 sampai 12 desa, lebih kurang yang belum teraliri listrik. Upaya Pemerintah Aceh memenuhi kebutuhan listrik adalah mencari investor sektor energi dan mendorong PLN," ujar Irwandi.

Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim sebelumnya meminta masyarakat di wilayah tersebut agar menggunakan listrik seperlunya dan berprilaku hemat.

"Agar bisa menggunakan listrik, secara bijak. Tidak boros. Gunakan listrik untuk kebutuhan belajar anak-anak kita pada malam hari. Jangan mencuri arus listrik," ucap Raidin.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026