Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blangbintang menyatakan, satelit mendeteksi lima titik panas berada di wilayah Provinsi Aceh.

"Sore ini tepat pukul 16.00 WIB, terdeteksi lima titik panas di Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria di Aceh Besar, Selasa.

Ia mengatakan, kelima titik panas ini terkonsentrasi pada dua kabupaten di provinsi paling ujung Utara di Pulau Sumatera tersebut.

Sebanyak empat titik panas di antaranya terpantau berada di Aceh wilayah Tengah. Yakni di daerah dataran tinggi penghasil kopi jenis arabika dan robusta Bener Meriah.

Di daerah penghasil kopi dengan kualitas ekspor, titik panas itu tersebar pada tiga kecamatan. Yaitu di Bandar dua titik, Permata dan Syiah Utama masing-masing satu titik.

Sisanya satu titik panas lagi terpantau di Simpang Keuramat, Aceh Utara, dengan memiliki tingkat kepercayaan atas kebakaran hutan dan lahan sebesar 56 persen.

"Untuk empat titik di Bener Meriah, dua titik panas di Bandar patut diduga sebagai titik api. Akibat memiliki tingkat kepercayaan 81 persen dan 89 persen," katanya.

"Dan satu titik di Kecamatan Syiah Utama, merupakan titik api. Sebab, tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan tunjukkan 100 persen" kata Zakaria.

Pemerintah Aceh hingga kini belum memiliki rencana membentuk tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan demi mencegah terjadi kebakaran terutama di lahan bergambut.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah di tahun 2017 mengatakan, pemerintah akan menetapkan formulasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan sesuai arahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Jadi yang penting sekali adalah pencegahan. Sulit sekali dipadamkan kalau api itu besar, dan aspek pencegahan lebih efektif," ujar Nova pula.
 

Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026