"Kami mengingatkan sesama Calhaj, sehingga masalah yang terjadi selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci bisa diselesaikan bersama," katanya, di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan tersebut dikemukakan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman saat melakukan prosesi adat tepung tawar atau peusijuek ratusan Calhaj Kota Banda Aceh.
Prosesi adat tersebut dihadiri Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman Ismail, Wakil Ketua MAA Tgk H Zainun, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, kalangan ulama dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin.
Aminullah juga berpesan kepada Calhaj Kota Banda Aceh untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan petugas haji serta segera menginformasikan bila terjadi permasalahan di Tanah Suci.
Dia juga mengharapkan kepada para Calhaj untuk mendoakan dirinya bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin agar senantiasa berbuat yang terbaik bagi masyarakat.
"Mohon doanya agar pemerintahan saya bersama Pak Zainal terlaksana baik dan aman demi kesejahteraan masyarakat serta terwujudnya visi Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah," kata Aminullah.
Dia menginginkan semua Calhaj asal Kota Banda Aceh mampu menyelesaikan semua ibadah dan menjadi haji mabrur serta kembali dengan selamat.
"Semoga semua Calhaj asal Kota Banda Aceh dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji tanpa kendala serta dimudahkan segala urusan, selanjutnya kembali dengan selamat ke Tanah Air," tandas Aminullah.
Calhaj asal Kota Banda Aceh berjumlah 738 orang yang terbagi dalam empat kelompok terbang atau kloter. Ratusan Calhaj Kota Banda Aceh tersebut akan diberangkatkan mulai 5 hingga 10 Agustus 2018.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.