"Selama Mei 2018 total ada 1.759 wisman, sementara di Juni cuma 1.484 wisman ke Aceh. Terjadi penurunan," ucap Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Rabu.
Ia melanjutkan, penurunan tingkat kunjungan wisman yang masuk melalui pintu kedatangan di Tanah Rencong, julukan bagi Aceh, terjadi karena di Juni masih momen puasa dan dalam suasana Lebaran.
Sebab, provinsi yang terletak paling Barat di Indonesia ini dengan salah satunya mengandalkan destinasi wisata bahari di Pulau Weh, Sabang, masih cukup diminati oleh wisman negara jiran, yakni Malaysia.
Berdasarkan kebangsaan Tercatat wisman Malaysia merupakan terbanyak dengan 1.128 orang, disusul Tiongkok 41 orang, Amerika Serikat 30 orang, Perancis 27 orang, Inggris dan Australia sama-sama 25 orang.
"Sabang yang terletak di sebelah Utara dari Banda Aceh berjarak sekitar 18 mil, cukup menarik dikunjungi wisman. Selain objek-objek wisata tsunami di Aceh," tuturnya.
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tahun ini menyatakan, sektor pariwisata akan menjadi sektor andalan utama di provinsi ujung paling barat Indonesia itu di masa mendatang.
"Aceh memiliki potensi wisata yang cukup besar dan sangat menjanjikan untuk dikembangkan dan ini akan menjadi penopang utama perekonoian Aceh seiring dana otonomi khusus akan berakhir tahun 2028," kata Nova.
Ia menjelaskan, pembangunan sektor pariwisata merupakan salah satu fokus utama dari program Pemerintah Aceh, sebab sektor ini memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan serta memiliki dampak bagi sektor yang lain.
Di Aceh terdapat 808 lokasi wisata, 426 diantaranya merupakan kawasan wisata alam, 268 wisata budaya, dan 114 merupakan jenis wisata khusus minat.
"Ini penting dalam memetakan, dan menjadi acuan, serta kebijakan dalam pembangunan. Pemerintah Aceh juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung guna memajukan sektor ini sehingga upaya menyejahterakan masyarakat dapat terwujud," katanya.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.