Calhaj terakhir Aceh tersebut merupakan kloter sisa yang bergabung dengan Kloter 22 Embarkasi Medan (MES-22) yang bertolak dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu sekitar pukul 12.21 WIB menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama, koordinasi dan komunikasi lintas sektoral proses pemberangkatan Calhaj pada 2018 ini terlaksana dengan lancar dan sukses," kata Kakanwil Kemenag Aceh, H M Daud Pakeh di Aceh Besar, Rabu.
Di sela-sela mengantar Calhaj kloter akhir asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu, ia menjelaskan berbagai proses pemberangkatan Calhaj Aceh telah berlangsung dengan sukses.
"Semoga semua Calhaj selalu dalam keadaan sehat wal afiat di Tanah Suci dan mendapatkan haji mabrur," katanya.
Kakanwil juga menyampaikan terima kasih kepada semua panitia dan petugas haji baik PPIH dan PPPIH yang telah bekerja siang malam dalam menyukseskan haji sesuai bidangnya di Embarkasi Aceh pada 2018.
JCH kloter 12 yang berangkat berjumlah 153 Calhaj yang berasal dari Bireuen 102 orang, Simeulue 37 orang, Aceh Utara tujuh orang, Aceh Besar dua orang dan Pidie Jaya dua orang dan dua orang TPHD.
Pada musim haji 2018, Provinsi Aceh memberangkatkan sebanyak 4.467 Calhaj ke Tanah Suci, Mekkah. Empat ribuan Calhaj tersebut terdiri dari dari 1.780 laki-laki dan 2.632 perempuan ditambah 56 orang petugas kelompok terbang.
Pewarta: M IfdhalEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.