"Pasar ekspor minyak pala semakin lesu. Lesunya pasar ekspor karena produsen berbahan baku minyak pala mengurangi pemakaiannya," kata Ketua Forum Pala Aceh Mustafril di Banda Aceh, Kamis.
Menurut dia, berkurangnya permintaan ekspor juga menyebabkan merosotnya harga minyak pala. Sekarang ini, harga minyak pala di tingkat petani di kisaran Rp700 ribu.?
"Perusahaan produsen tidak membeli langsung minyak pala yang disuling petani, tetapi membeli sesuai kebutuhan. Misalnya, mereka minta minyak pala bebas saprol, maupun unsur lainnya," kata dia.
Menurut Mustafril, alat pemisah ini tidak ada di petani. Sedangkan di Indonesia, alat pemisah unsur minyak pala hanya ada satu, sehingga petani Aceh hanya menjual minyak pala secara umum.
Terkait kenaikan dolar, Mustafril menyebutkan, tidak ikut pula menaikkan harga minyak pala di tingkat petani. Kenaikan harga dipengaruhi tinggi rendahnya permintaan ekspor minyak pala.
Sekarang ini, lanjut dia, permintaan minyak pala di pasar ekspor terus berkurang karena perusahaan minyak wangi, minuman bersoda, dan lainnya, mengurangi pemakaian unsur yang ada di minyak pala.
"Pengurangan ini tentu berdampak pada permintaan minyak pala. Pengurangan ini juga mengurangi cita rasa produk yang dihasilkan. Apalagi sebelumnya harga minyak pala dianggap terlalu tinggi, sehingga perusahaan tersebut tidak membelinya saat ini," pungkas Mustafril.
Pewarta: M.Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.