Kepala unit transfusi darah, RSUD SIM Nagan Raya, Andi Syahril di Nagan Raya, Jum?at, mengatakan, pihaknya membutuhkan pendonor aktif untuk memenuhi stok darah kebutuhan pasien yang terus meningkat di rumah sakit.
"Selama ini, kebutuhan darah mencapai 280 kantong darah per bulan dari semua golongan darah, sedangkan yang terpenuhi hanya sebanyak 60 kantong per bulannya," tambahnya.
Pihak unit transfusi darah RSUD SIM Nagan Raya mengakui kesulitan dalam penyediaan stok darah yang terus meningkat seiring tingginya jumlah pasien yang membutuhkan, terutama sekali dari golongan darah AB.
Untuk menutupi kekurangan selama ini, pihak rumah sakit terus melakukan sosialisasi dan kegiatan mobile unit serta mengikat kerjasama dengan berbagai pihak di daerah setempat, terutama dengan TNI, Polri dan berbagai unsur lainnya.
"Selama ini, stok darah yang tersedia adalah golongan darah O, A, dan B, dengan Rhesus Positive, sementara golongan darah yang paling sulit kita dapati adalah golongan darah AB," ungkapnya.
Menurutnya, kekurangan stok darah yang selama ini dihadapi akibat minimnya pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dari melakukan donor darah secara aktif untuk kesehatan tubuhnya.
Sementara untuk upaya khusus yang dilakukan pihaknya untuk pemenuhan kebutuhan darah pasien bila terjadi kekosongan stok pada Blood Bank, pihaknya harus mencari pendonor relawan.
"Kendala yang dihadapi di lapangan selama ini ketika ada pasien darurat yang membutuhkan darah, kita tidak pernah memiliki stok darah di blood bank rumah sakit, karena itu kita mencari para relawan secara suka rela," sebutnya.
Andi menyampaikan, apabila mengacu terhadap standar kebutuhan nasional, seharusnya unit transfusi darah di rumah sakit, stok darah harus dipenuhi setiap bulannya, setidaknya 2 persen dari jumlah penduduk setempat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagan Raya, mencatat pada 2018 jumlah penduduk di Kabupaten Nagan Raya mencapai 161.329 jiwa yang tediri dari 81.507 laki-laki dan 79.822 perempuan.
Pewarta: Bahariandy MahardekaUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.