Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan di Meulaboh, Rabu, mengatakan, kondisi tersebut sangat berisiko bagi pengguna jalan apabila tidak berhati - hati, terutama saat malam hari.
"Kejadianya kemarin (Selasa), ?kerusakan materialnya atau panjang longsor kurang lebih 5 meter, lebar 2,5 meter dan kedalaman 4 meter. Pengguna roda dua mau pun roda empat agar berhati-hati. Garis polisi sudah dipasangkan di lokasi," jelasnya.
Titik longsor tepatnya berada di wilayah administrasi Desa/ Gampong Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, kondisi akses jalan Meulaboh-Geumpang itu sangat rawan terjadi kecelakaan terjatuh ke dalam lobang badan jalan yang amblas.
Selain di lokasi tersebut, pihak BPBD Aceh Barat juga menemukan dua titik lokasi longsor yakni di Kecamatan Woyla Timur dan Sungai Mas, longsor di kawasan itu diakibatkan oleh curah hujan tinggi, terutama saat malam hari.
Kondisi struktur tanah yang labil tidak mampu menahan beban, kemudian tidak ada penahan sisi kiri kanan badan jalan, kondisi kemeringan tanah yang merupakan lokasi pembangunan jalan sangat riskan terjadi lonsor amblas badan jalan.
"Saat ini kondisi akses Jalan Meulaboh-Gempang sangat rawan kecelakaan, diharapkan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas dimintakan ?harus ekstra hati-hati melewati jalur tersebut," tambahnya.
Sementara itu, terkait banjir yang sempat melanda kawasan Kecamatan Woyla Timur hingga merendam rumah dan fasilitas sekolah di daerah itu sudah berangsur surut dan warga tidak ada yang mengungsi.
Demikian juga aktivitas masyarakat kawasan pedalaman itu sudah kembali normal, namun pihak BPBD Aceh Barat tetap siaga menghadapi potensi curah hujan sedang hingga lebat sebagaimana diprediksi BMKG akan terjadi beberapa hari terakhir.
"Kami tetap siaga, apalagi hujan mengguyur saat ini sering terjadi saat malam hari, kemudian banjir yang terjadi di Aceh Barat disebabkan oleh faktor luapan sungai, sehingga ketika hujan di wilayah hulu, bisa terjadi banjir," demikian Darmawan.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.