"Kami bertekad mengembangkan Bahasa Mandarin di Aceh, khususunya di UIN Ar-Raniry serta melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di China," Kata Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Dr A Rani Usman MSi pada seminar "Komunikasi dan Budaya" di kampus itu, Sabtu.
Dalam upaya mengembangkan pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry menggelar seminar internasional "Komunikasi dan Budaya" diikuti 500 peserta dari akademisi, dinas, mahasiswa dan masyarakat keturunan Tionghoa di Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kemendikbud Bidang Pengembangan Bahasa Maria Widiani, Rektor Universitas Tanjungpura Kalimantan Dr Lili Tamrin, Direktur Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Jakarta Arifin Zein, serta Wang Ping dari Confucius Institute China dan We Cui Mei dari Kuangxi University China.
Rani menyatakan, untuk mengembangkan bahasa tersebut pihaknya juga bekerja sama dengan BKPBM dan Pemeritah Aceh dan pusat, sehingga diharapkan 2015 sudah dibuka jurusan Bahasa Mandarin.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Farid Wajdi MA juga menyebutkan dukungannya untuk pengembangan Bahasa Mandarin di kampus tersebut. Untuk itu sangat membutuhkan tenaga pengajar dalam mewujdukannya.
"Syarat untuk membuka jurusan membutuhkan beberapa orang dosen, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah dan perguruan tinggi di China," ujarnya.
Selanjutnya, Maria Widiani yang mewakili Kemendikbud mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang kuat dalam bidang ekonomi, jadi harus mengembangkan bahasa asing, termasuk Bahasa Mandarin.
"Kita juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi pengembangan Bahasa Mandarin pada pendidikan formal maupun nonformal," katanya.
Lebih lanjut, menurutnya, Aceh termasuk dalam 20 provinsi yang telah mengembangkan pendidikan Bahasa Mandarin di Indonesia pasca adanya kerjasama pendidikan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China.
Seminar internasional tersebut juga diikuti persemian secara simbolis BKPBM Aceh dan Pusat Studi China UIN Ar-Raniry oleh Gubernur Aceh diwakili Asisten II dan Rektor UIN Ar-Raniry.
Acara yang berlangsung di Auditorium juga diisi dengan penampilan tarian Radup Lampuan dan Saman dari Sanggar Seni Seulawet UIN Ar-Raniry dan Tarian Seribu Tangan (Chian Sou Wu) dari Sanggar Vihara Budha Sakyamuni.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.