"Kami targetkan di Ramadhan ini, ada 2.000 paket untuk berbuka puasa yang akan kita distribusikan ke daerah di Aceh," kata Kepala ACT Cabang Aceh, Husaini Ismail di Banda Aceh, Senin (29/4).
Ia mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan MRI untuk mendistribusikan paket berbuka puasa tersebut ke rumah-rumah penduduk, dan dinilai layak menerima di 23 kabupaten/kota di provinsi terletak paling barat Indonesia ini.
Meski demikian, lanjutnya, ACT Aceh optimistis bisa mendapatkan lebih banyak takjil berbuka puasa dari donatur, mengingat kedermawanan masyarakat Aceh selama ini yang terkenal suka membantu sesama.
Apalagi masyarakat Aceh mengamankan salah satu di antaranya perkataan Nabi Muhammad dalam hadis riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad menyebut, siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.
"Kalau bisa dapat lebih dari donatur kita, Insya Allah semakin baik tentunya. Jadi untuk saat ini, ada 2.000 paket berbuka yang sudah kita alokasikan," katanya.
ACT pekan lalu telah meluncurkan tujuh program "Marhaban Yaa Dermawan", yakni Kapal Ramadhan, Tepian Negeri, Dapur Ramadhan, Berbagi Untuk Dunia Islam, Bantu Saudara Sebangsa, Qurban Lebih Awal, dan Kesempurnaan Wakaf.
"Hidangan buka puasa ini merupakan salah satu program yakni Dapur Ramadhan. Menu masakan lezat nan bergizi bagi saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Dengan armada 'food van' terbaik, kami siap menjangkau berbagai wilayah pemukiman hingga ke berbagai pelosok daerah di Aceh," kata Husaini.
Lisdayanti (24), karyawan bagian kemitraan ACT Aceh terlibat ikut langsung menyalurkan takjil di Ramadhan 2018 mengatakan, secara umum penerima menu berbuka puasa di provinsi itu sepenuhnya menerima takjil yang disalurkan oleh MRI di Aceh.
"Pengalaman saya, ada satu ibu berusia lanjut memiliki anak yang kerja serabutan. Seolah-olah kami datang membawa takjil berbuka, merupakan jawaban atas doa beliau. Yang ibu itu tanyakan, ada kurma?. Kami bilang, ada Bu sembari mengeluarkan kurma dari berbagai menu berbuka puasa," tuturnya.
"Dan ibu itu mengaku, dalam setiap doanya keinginan beliau untuk berbuka dengan kurma selalu dipanjatkan. Padahal waktu itu, puasa telah lebih dari 15 hari," kata Lisda.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.