Banda Aceh (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh mengasah kompetensi petugas pelayanan di instansi tersebut guna mewujudkan kualitas layanan publik yang inklusif.

“Pelayanan publik yang baik adalah layanan yang dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali,” kata Ketua Tim Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsi di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan melalui pelatihan tersebut seluruh petugas pelayanan BBPOM Aceh semakin memahami cara berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang tepat bagi kelompok rentan, sehingga tercipta pelayanan yang lebih humanis, responsif, dan inklusif.

“Para peserta dibekali teori dan praktik langsung, mulai dari teknik komunikasi dasar dengan penyandang tunarungu dan tunawicara hingga pengenalan huruf Braille serta simulasi pelayanan bagi penyandang tunanetra di area pelayanan publik,” katanya.

BBPOM Aceh juga menghadirkan narasumber Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Banda Aceh, Fitriyanti dan Karmila Mustika Hayati guna memberikan materi terkait pelayanan komunikasi bagi penyandang disabilitas.

Pihaknya berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari agar tercipta pelayanan publik yang semakin inklusif, ramah disabilitas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. 

“Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang setara dan dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi,” katanya.

Baca juga: Wali Kota: Takjil berbuka di Banda Aceh tak mengandung bahan berbahaya



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026