Hal ini terkait pernyataan tokoh tersebut yang menyatakan bahwa Aceh merupakan salah satu daerah yang dianggap sebagai penganut Islam garis keras di Indonesia, sehingga kini menuai polemik di masyarakat.
"Kami mendesak kepada Bapak Mahfud MD agar segera minta maaf kepada masyarakat Aceh, pernyataan itu sangat melukai hati kami selaku umat Islam, khususnya di Aceh," kata Samsuar kepada Antara, Rabu (1/5) di Suka Makmue.
Selaku mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka, mereka berharap agar politisi di republik ini tidak mengumbar pernyataan yang melukai hati dan masyarakat Aceh yang mayoritas pemeluk agama Islam. Karena hal itu dikhawatirkan akan berdampak terhadap stabilitas politik di dalam negeri.
Tak hanya itu, pernyataan Islam garis keras yang ditunjukkan kepada masyarakat muslim termasuk di Aceh juga dikhawatirkan akan membuat gejolak baru di masyarakat, karena akan semakin melukai perasaan umat muslim di Serambi Mekkah.
"Kami berharap dengan pernyataan terbuka tersebut, maka akan mampu mendinginkan hati dan perasaan umat Islam di Aceh," kata Samsuar.
Ia berharap politisi di negeri ini agar tidak memberikan pernyataan apa pun yang dapat melukai hati dan perasaan masyarakat Aceh, sehingga tidak membuat lagi hati masyarakat di Serambi Mekkah kembali terluka, tegasnya.
Pewarta: T Dedi IskandarEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.