Meulaboh, Aceh (ANTARA) - Material pasir yang diseret gelombag pasang kembali menimbun badan Jalan Dipenorogo yang menghubungkan Desa Suak Indra Puri dan Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Sekretaris Desa Pasir, Jhoni Aruji di Meulaboh, Jumat mengatakan, gelombang pasang kembali menerjang permukiman hingga menimbun badan jalan, padahal baru saja dilakukan pembersihan dengan alat berat.

"Kemarin (Kamis,9/5) alat berat sudah mulai membersihkan sebagian pasir yang ada di jalan, tapi belum semuanya bersih. Tiba - tiba tadi malam gelombang pasang lebih besar dari sebelumnya sampai pagi tadi hingga pasir menimbun jalan," katanya.

Abrasi pantai di kawasan setempat sudah sangat mengkhawatirkan, sebab berdampak pada tiga desa, pertama Desa Suak Indra Puri, Desa Pasir dan Desa Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Dari lokasi abrasi pantai tersebut, hanya terpaut 50 meter, terdapat lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 100 meter setelahnya kantor pemerintah yakni Kantor Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat.

Saluran drainase di kawasan setempat tertimbun pasir diseret gelombang hingga ke badan jalan aspal hotmik, termasuk bongkahan kayu dan ranting kayu dari laut menumpuk ke badan jalan dan menyumbat parit di sepanjang kawasan itu.

"Desa kami paling ujung dan dekat dengan pantai, kalau sudah kena gelombang pasang seperti ini, maka dampaknya akan sampai ke desa - lain lain, seperti permukiman Desa Suak Indra Puri, dan Kampung Belakang," jelasnya.

Jhoni Aruji, menyampaikan, gelombang pasang yang terjadi itu merupakan fenomena alam, dampak dari pergantian musim timur dan musim barat yang terjadi di setiap bulan Mei - Juni, pengalaman ini selalu dirasakan warga setempat.

Pada Kamis (9/5) siang Komdan Korem 012/ Teuku Umar, Kolonel Inf Aswardi, bersama Komandan Kodim 0105/ Aceh Barat melihat langsung proses penanganan dan pembersihan pasir dari badan jalan di kawasan setempat.

"Kita akan siapkan, untuk menurunkan anggota baik dari Korem 012 Teuku Umar mau pun dari Kodim 0105/ Aceh Barat yang punya wilayah untuk membantu pembersihan badan jalan dan membuat tanggul darurat dari pasir ini," katanya.

Kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat itu, ternyata tidak dilakukan sempurna, karena telah diprediksi masih akan ada potensi peristiwa tertimbunnya badan jalan akibat banjir rob.

Apalagi menurut pengalaman masyarakat daerah pesisir itu, fenomena pasang purnama yang mengakibatkan banjir genangan air laut (rob) tersebut masih akan terus terjadi dan saat ini merupakan puncak pertemuan dua musim itu. ***3***
 

Pewarta: Anwar
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026